Sepuluh dari 17 Kecamatan di Purwakarta Punya Latar Belakang Antraks

Sepuluh dari 17 Kecamatan di Purwakarta Punya Latar Belakang Antraks
net

INILAH, Purwakarta - Sejumlah wilayah di Kabupaten Purwakarta pernah riwayat penyebaran penyakit antraks. 

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Purwakarta Buddy Supriyadi mengatakan beberapa tahun lalu 10 dari 17 kecamatan yang ada merupakan wilayah endemis penyakit yang menyerang hewan ternak itu. Tepatnya, pada 1999 silam atau 21 tahun lalu.

"Memang, Purwakarta punya latar belakang penyebaran penyakit antraks. Tapi kami tegaskan, itu dulu," ujar Buddy kepada INILAH, Selasa (28/1/2020).

Dia memastikan, saat ini Purwakarta sudah terbebas dari penyebaran penyakit tersebut. Pasalnya, sejak saat itu pemerintah mengintensifkan pengecekan sentra-sentra peternakan di seluruh wilayah yang ada.

"Sampai saat ini, pengecekan terus dilakukan. Bahkan, setiap tiga bulan sekali kami keliling ke seluruh pusat peternakan untuk mengecek dan memastikan kembali," jelas dia.

Dalam pemeriksaan tersebut, sambung dia, seluruh hewan ternak terutama jenis sapi itu diambil sampel darahnya untuk diperiksa di laboratorium. Sajauh ini, hasil pemeriksaan menunjukan hewan ternak di Purwakarta negatif antraks.

"Selain mengambil sampel darah, kami juga memberikan vaksin," kata dia.

Buddy menambahkan, pemeriksaan hewan ternak selama ini memang menjadi program prioritas jajarannya. Hal itu, guna memberikan rasa aman kepada masyarakat. Dia berpesan, masyarakat harus tahu ciri-ciri hewan tersebut terpapar virus antraks.

Cirinya, kata dia, bisa terlihat dari gejala-gejala tak biasa yang muncul. Misalnya, demam tinggi dengan suhu 42 derajat celcius, gigi gemerutuk, hewan terlihat gelisah, serta terdapat luka di bagian lidah atau terjadi pembengkakkan pada leher.

"Jika melihat hewan ternak yang gejalanya seperti itu, segera laporkan ke kami,"pungkasnya. (Asep Mulyana)