Ini Tanda-tanda Kematian Muslim yang Baik (3)

Ini Tanda-tanda Kematian Muslim yang Baik (3)
ilustrasi

KELIMA: Khusus bagi wanita, ialah meninggal saat nifas, ataupun meninggal saat sedang hamil

Dari Ubadah bin Ash-Shamit radhiyallahu anhu, bahwa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam menyebutkan beberapa syuhada, di antaranya, "Dan wanita yang dibunuh anaknya (karena melahirkan) masuk golongan syahid, dan anak itu akan menariknya dengan tali pusarnya ke surga." (Disebutkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ahkam Al-Janaiz, hlm. 53. Beliau menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Keenam: Meninggal karena sedang ribath (menjaga wilayah perbatasan) di jalan Allah Ta`ala

Dari Salman Al-Farisi radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Berjaga-jaga sehari-semalam (di daerah perbatasan) lebih baik daripada puasa beserta shalat malamnya selama satu bulan. Seandainya ia meninggal, maka pahala amalnya yang telah ia perbuat akan terus mengalir, dan akan diberikan rezeki baginya, dan ia terjaga dari fitnah." (HR. Muslim, no. 1913)

Ketujuh: Meninggal dalam keadaan melakukan amal shalih

Dari Hudzaifah ibnul Yaman radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa mengucapkan laa ilaha illallah karena mencari wajah Allah kemudian amalnya ditutup dengannya, maka ia masuk surga. Barangsiapa berpuasa karena mencari wajah Allah kemudian amalnya diakhiri dengannya, maka ia masuk surga. Barangsiapa bersedekah kemudian itu menjadi amalan terakhirnya, maka ia masuk surga." (Disebutkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ahkam Al-Janaiz, hlm. 58. Beliau mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Bahasan di atas bisa dilihat dari penjelasan Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah dalam kitab beliau Ahkam Al-Janaiz.

[baca lanjutan]