Purwakarta Gaungkan Kemasyhuran Buah Manggis Melalui Festival

Purwakarta Gaungkan Kemasyhuran Buah Manggis Melalui Festival
dok/inilahkoran

INILAH, Purwakarta – Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menaruh harapan besar di Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes untuk pengembangan produk perkebunan dan holtikultura unggulan wilayahnya. Tak hanya produknya, Anne pun melirik potensi lain yang bisa dikembangkan di kawasan perkebunan tersebut.

“Di kecamatan itu, kami siapkan lahan seluas lima hektare. Kedepan, kami juga akan menjadikan areal perkebunan ini sebagai kawasan wisata edukasi yang bernuansa perkebunan,” ujar Anne kepada INILAH, Rabu (29/1/2020). 

Anne menuturkan, di lokasi ini ada beberapa produk perkebunan unggul khas Purwakarta. Buah manggis salah satunya. Menurutnya, ada potensi lain yang bisa dikembangkan di sektor perkebunan yang ada di kawasan ini.

“Menurut kami, nuah manggis dan sayuran jangan hanya dilihat dari sisi produk perkebunan saja. Karena, dari sisi pariwisatanya pun kami melihat potensi lain yang bisa dikembangkan,” jelas dia.

Anne menjelaskan, pihaknya telah merumuskan cara unik untuk memperkenalkan produk perkebunan dan holtikultura yang ada di wilayahnya. Terutama, manggis atau buah yang punya ciri khas warna kulit merah keunguan itu. Salah satunya, yakni dengan menggelar sebuah event yang dibungkus Festival.

“Dalam waktu dekat, kami akan kembali menggelar Festival Manggis sebagai bagian dari promosi. Untuk lokasinya, rencananya di lokasi agrowisata Kiarapedes. Menurut kami, event-event seperti ini perlu dilakukan guna memperkenalkan Buah Manggis Purwakarta supaya lebih dikenal secara luas,” kata Anne. 

Terkait lahan agrowisata seluas 5 hektare milik pemerintah di Kecamatan Kiarapedes itu, Anne menambahan, saat ini sekitar 2,8 hektarenya telah dimanfaatkan untuk sentra perkebunan. Ada beberapa produk perkebunan yang ditanam di lokasi ini. Di antaranya, buah Manggis, Kopi, komoditas cabai, dan sejenis tanaman holtikultura lainnya.

“Di lokasi ini ada beberapa zona. Misalnya, zona khusus Manggis, Cabai, Kopi dan holtikultura. Termasuk ada zona urban farming yang juga bisa digunakan sebagai lokasi swafoto. Untuk perkebunan manggis, memang lebih mendominasi,” jelas dia. 

Anne mengklaim, buah manggis khas Purwakarta saat ini menjadi produk perkebunan rakyat yang sangat menjanjikan dari sisi ekonomi, bahkan memiliki daya saing secara global. Terbukti, saat ini Manggis atau yang bisa juga disebut ratu buah tropis khas wilayah ini, telah beredar di pasar Asia. Kendati, gaungnya belum sepopuler Sate Maranggi. 

“Saat ini buah manggis Purwakarta tak hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik saja, tapi juga kebutuhan ekspor,” jelas dia. 

Tak hanya beragam jenis perkebunan, sambung Anne, di lokasi ini juga pihaknya menyiapkan kawasan khusus penelitian dan edukasi. Dengan begitu, bagi pengunjun lokasi ini bisa sekaligus belajar mengenai tanaman. 

“Jadi, selain centra perkebunan, kawasan ini juga bisa sekaligus jadi lokasi agrowisata dan sarana edukasi,” tambah dia. (Asep Mulyana)