Rakerpus 2020 Tekankan Inovasi dan Kreativitas Pustakawan

Rakerpus 2020 Tekankan Inovasi dan Kreativitas Pustakawan
Ilustrasi (Antara)

INILAH, Jakarta - Perpustakaan Nasional menggelar Rapat Kerja Pusat (Rakerpus) 2020 yang menekankan pada inovasi dan kreativitas pustakawan dalam penguatan indeks literasi untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

"Kami siap melakukan perubahan demi memaksimalkan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia," ujar Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Dia menambahkan hal tersebut harus dijabarkan secara nyata oleh seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat di lingkup Perpusnas seluruh Indonesia. Untuk periode 2020-2024, Perpusnas terus fokus melaksanakan kegiatan yang memastikan pembangunan manusia masyarakat dan kebudayaan itu terwujud.

"Seluruh ASN dan pejabat di Perpusnas bekerja tidak lagi dogmatis, karena pesan Bapak Presiden adalah apa dikerjakan harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Seluruh elemen aparatur sipil negara, pejabat, tugasnya adalah melayani masyarakat," katanya.

Syarif Bando menambahkan pegawainya harus fokus kepada apa yang diterima oleh masyarakat, karena seluruh rupiah yang dikeluarkan anggaran belanja negara maka paramaternya harus menciptakan manfaat apa bagi masyarakat Indonesia.

Direktur Alokasi Pendanaan Pembangunan Bappenas Erwin Dimas berharap, Perpusnas bisa mengoptimalkan literasi demi mewujudkan SDM berkualitas dan berdaya saing sehingga sejalan dengan salah satu agenda pembangunan sesuai RPJMN 2020-2024, yakni revolusi mental dan pembangunan kebudayaan.

"Peran perpustakaan bisa dioptimalkan pada sektor peningkatan kapasitas SDM di bidang pariwisata dan industri, literasi untuk gizi keluarga dalam upaya penanganan 'stunting' (kekerdilan) dan pengembangan implementasi teknologi tepat guna di masyarakat, seperti rencana pembangunan 'science techno park' di empat universitas," katanya.

Direktur Pendidikan Tinggi, Iptek, dan Kebudayaan Bappenas Hadiat menambahkan ujung dari pembangunan adalah kesejahteraan, yang dapat terlihat ketika bangsa mampu menciptakan SDM berkualitas dan menguasai teknologi.

Saat memasuki usia emas pada 2045, katanya, Indonesia harus mampu menjadi salah satu negara dengan pendapatan tinggi dan barometer perekonomian dunia, sedangkan perpustakaan sebagai sumber ilmu bisa masuk dalam sektor mana pun. "Perpustakaan dan inovasi harus ada dalam semua sektor pembangunan," katanya.

Rakerpus Perpusnas 2020 diselenggarakan di Jakarta pada 28-29 Januari. Rakerpus diikuti sekitar 200 peserta dari lingkungan struktural maupun fungsional Perpusnas. (antara)