Banyak Lupa, Mantan Dewas PJT II Disemprot KPK

Banyak Lupa, Mantan Dewas PJT II Disemprot KPK
Foto: Ahmad Sayuti

INILAH, Bandung- Banyak lupa dan tidak ingat, PU KPK semprot mantan Ketua Dewan Pengawas (Dewas) PJT II Bedjo Sujanto. Bahkan beberapa kali KPK harus membacakan berkas acara pemeriksaan (BAP) Bedjo di persidangan. 

Selama persidangan Bedjo selalu mengaku lupa dan tidak ingat setiap kali PU KPk menanyakan soal proses pengadaan jasa konsultan di PJT II baik anggaran 2016 atau 2017. 

Pertama kali PU KPK yang dikoordinir Budi Nugraha menanyakan soal adanya lapiran dokumen lelang dari direksi mengenai kegiatan jasa konsultan di TA 2016 senilai Rp 800 juta, dan tahun 2017 sebanyak dua kegiatan dengan nominal masing-masing Rp 5,5 miliar dan Rp 3,8 miliar. 

"Saya lupa. Kalau pelaksananya di 2017 PT BEMC dan PT Dua Ribu Satu Pangripta," katanya. 

Kemudian soal pembahasan kegiatan di 2016, oleh PT Exa Data Internasional (EDI) dirinya pun mengaku tidak pernah menghadiri pembahasan tersebut.

"Jadi selama ini saksi tidak pernah menerima laporan dari terdakwa," tanya KPK lagi. 

Bedjo mengaku hanya menerima laporan dari anggotanya, seperti kegiatan di 2016. Jika perusahaan Edi ternyata bergerak dalam bidang komputer dan melakukan pemetaan terhadap SDM di PJT II.

"Emang itu bukan bidangnya, tapi itu sudah dikerjakan," ujarnya. 

"Ada laporan soal hasil pemetaan di 2016" lagi PU KPK bertanya.

"Saya tidak ingat. Tapi seharusnya setiap kegiatan direksi ada laporannya," jawab Bedjo.

Karena sering tidak tahu dan tidak ingat, PU KPK pun menanyakan berapa gaji saksi sebagai Dewas PJT II. Terlebih saat ditanyakan apa jawaban Dirut soal teguran dari Dewas mengenai perubahan anggaran dan pengerjaan jasa konsultan oleh perorangan bukan lembaga.

"Sekitar Rp 30 jutaan lebih," ujarnya.

"Bapak digaji (gede) bukan hanya untuk jawab lupa dan tidak ingat. Pertanyaan saya ini spesifik, saya tidak tanya berapa banyak pertemuan dengan Dirut. Tapi semua yang saya tanya bapak lupa," katanya. (Ahmad Sayuti)