Politisi Gerindra Ini Tolak Usulan Rumpin Jadi Ibu Kota Bogor Barat

Politisi Gerindra Ini Tolak Usulan Rumpin Jadi Ibu Kota Bogor Barat
Ilustrasi/Reza Zurifwan

INILAH, Cigudeg -  Usulan Bupati Bogor Ade Yasin yang mengusulkan pemindahan calon ibu kota Kabupaten Bogor Barat dari Kecamatan Cigudeg ke Kecamatan Rumpin ditolak oleh Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara.

Pria  muda berdarah Aceh - Bogor ini mengatakan penentuan calon  ibu kota Kabupaten Bogor itu bukanlah seperti permainan catur, yang bisa tinggal dipindah - pindahkan.

"Penentuan calon ibu kota Kabupaten Bogor Barat ini kan berdasarkan kajian ilmiah yang dilakukan sebelumnya oleh para ahli dengan biaya dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tingkat II, hingga tidak bisa asal main pindah - pindahkan layaknya permainan catur," kata Sastra ketika dihubungi wartawan, Rabu (29/1).

Politisi Partai Gerindra ini menambahkan selain itu perubahan calon ibu kota Bogor Barat ini bisa memperlambat proses pencabutan morotarium ataupun proses persiapan pemekaran.

"Penetapan Kecamatan Cigudeg menjadi calon ibu kota Bogor Barat ini kan sudah tertuang dalam amanat presiden (Ampres) di zaman Jendral (Purn TNI) Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu, kami khawatir kalau diubah lagi calon ibu kotanya maka bisa menghambat proses pemekaran atau pencabutan morotariu," tambahnya.

Berbeda dengan Sastra, Ridwan Darmawan selaku kordinator Forum Pemuda Rumpin untuk Pemekaran Kabupaten Bogor Barat (FPR - PKBB)  menuturkan usulan pemindahan calon Ibu Kota Kabupaten Bogor Barat dari Kecamatan Cigudeg ke Kecamatan Rumpin tu sah-sah saja, sepanjang untuk kebaikan bersama dan telah dilakukan kajian yang komprehensif serta valid tanpa ada kepentingan sesaat serta kepentingan kelompok tertentu.

"Wacana dipindahkannya calon ibu kota Bogor Barat dari Kecamatan Cigudeg ke Kecamatan Rumpin boleh saja, apalagi jika alasan yang dikemukakan oleh pihak yang mengusulkan dihubungkan dengan peristiwa bencana alam yang baru saja melanda kawasan Bogor Barat dan penunjukan Kecamatan Rumpin itu tentu sangat beralasan untuk kemudian di lakukan kajian ulang tentang lokasi ibukota yang cocok dan memenuhi unsur-unsur lainnya sebagai calon ibukota," tutur Ridwan.

Sebelumnya, Rabu (20/1) lalu usai melaksanakan rapat paripurna, Bupati Bogir Ade Yasin mengusulkan pemindahan calon Ibu Kota Bogor Barat dari Kecamatan Cigudeg ke Kecamaran Rumpin, hal ini karena Kecamatan Cigudeg tersebut masuk dalam wilayah rawan bencana alam.

"Usulan pemindahan ibu kota Bogor Barat ke Kecamatan Rumpin ini karena daerah Rumpin tidak rawan bencana alam, ini juga usulan dari senior politisi atau pejabat di pemerintah pusat. Usulan ini silahkan dikaji, kalaupun tetap mau di Cigudeg saya mempersilahkan," usul Ade. (Reza Zurifwan)