Kang Emil Dukung Pencak Silat Jadi Mulok di Dinas Pendidikan

Kang Emil Dukung Pencak Silat Jadi Mulok di Dinas Pendidikan
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (istimewa)

INILAH, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil secara tegas mendukung pemerintah pusat dalam pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya harta tak benda bangsa Indonesia usai ditetapkan oleh UNESCO, 12 Desember 2019 lalu di Kolombia.

Untuk itu, Ridwan Kamil menjadikan pencak silat sebagai muatan lokal (mulok) di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Hal itu, diungkapkan Ridwan Kamil kepada Humas IPSI Pengprov Jabar di gedung Pakuan, Jalan Cicendo No. 1, Babakan Ciamis, Pasirkaliki, Kota Bandung, Kamis lalu.

Ridwan Kamil mengatakan, pencak silat harus dilestarikan karena memiliki nilai filosofi kehidupan yang tinggi selain budayanya, seperti unsur bela diri dan spiritual. Menurutnya, pencak silat juga memiliki unsur musik, ibing atau tarian, dan unsur busana.

“Di sinilah ciri khas budaya pencak silat yang tidak dimiliki bela diri lain. Dan kita harus bangga terhadap budaya kita sendiri,” kata Kang Emil, sapaan akrab Gubernur Jawa Barat ini.

Mengenai program muatan lokal (Mulok) pencak silat dalam Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dia mengakui, saat ini masih dalam proses pemantapan juklak dan juknis pelaksanaannya. Sehingga dia berharap, secepatnya dapat terealisasi dan dilaksanakan di tahap awal.

“Sementara ini, tahap pertama untuk siswa-siswi SMA/SMK dahulu, karena itu menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Itu pun perlu kajian yang matang. Untuk teknis kita lagi dalam proses, dan intinya mulok harus bisa dilaksanakan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Kang Emil berharap ke depan pencak silat dapat dilaksanakan di tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), bahkan di usia dini. ”Untuk tingkat SD/SMP kewenangan ada di kabupaten/kota, mengenai teknis kita akan koordinasikan nanti dengan bupati dan wali kota,” katanya.

Target PON 2020 di PAPUA

Selain mulok pencak silat, Ridwan Kamil juga berharap cabang olahraga pencak silat tetap menjadi favorit raihan medali emas, pihaknya meminta IPSI Pengprov Jabar tetap konsisten menjaga tradisi sebagai juara umum dalam PON 2020 di Papua nanti.

“Pencak silat itu cabang olahraga unggulan sebagai pendulang emas terbanyak setiap event, makanya saya minta pencak silat harus tetap bisa menjadi juara umum,” tegas Emil.

Menanggapi hal itu, Ketum IPSI Pengprov Jawa Barat, H Phinera Wijaya mengemukakan, perihal mulok pencak silat dan prestasi PON XX/2020 di Papua. Menurutnya, semua menjadi tanggung jawab bersama, baik Pemprov Jawa Barat melalui dinas terkait dan Pengurus IPSI Jabar.

“Ya, jelas ini saling terkait nantinya. Tidak mungkin ada prestasi tanpa pembinaan, dan pembinaan butuh biaya, makanya di sinilah perlu campur tangan pemerintah,” katanya.

Untuk itu dia berharap, Pemprov Jawa Barat tanggap terhadap situasi dan kondisi IPSI Jabar dalam mewujudkan program sehingga target ke depan sepenuhnya dapat terealisasi. “Intinya, pencak silat siap mewujudkan prestasi tetapi semua butuh konsekuensi dari semua pihak, termasuk pemerintah sebagai leading sector-nya,” katanya. (sur)