Kasus TB Masih Jadi Masalah Kesehatan Masyarakat di Garut

Kasus TB Masih Jadi Masalah Kesehatan Masyarakat di Garut
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Hingga kini, penyakit tuberculosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Garut. Capaian penemuan kasus dan angka kesembuhan penderita TB juga masih belum mencapai target.

Hal itu dikemukakan Bupati Garut Rudy Gunawan saat mengikuti teleconference Gerakan Bersama Menuju Eliminasi TBC 2030 yang dipusatkan di Cimahi Technopark Kota Cimahi, Rabu (29/1/2020). Rudy hadir terpisah di Desa Siaga TV di Kelurahan Kota Wetan Kecamatan Garut Kota.

Menurutnya, permasalahan TB dihadapi Garut saat ini menyangkut penemuan penderita meskipun sudah pada jalurnya namun masih di bawah target 90%. Selama 2016-2018, angka penemuannya di bawah 60% dan meningkat menjadi 81,9% pada 2019. Selain itu, Garut pun bermasalah terkait belum tercapainya target angka kesembuhan penderita TB.

"Kedua masalah ini berpotensi menyebarkan proses penularan tuberkulosis akan terus berlangsung di masyrakat," ujarnya.

Rudy menuturkan, tak tercapainya target penemuan kasus dan angka kesembuhan penderita TB tersebut antara lain karena belum sinerginya layanan kesehatan swasta dengan pemerintah. Karenanya, penyelesaian masalah TB tidak hanya dari sisi layanan kesehatan melainkan juga memerlukan pendekatan sosial ekonomi, dan sinergi semua elemen masyarakat.

Meski demikian, Pemkab Garut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementrian Kesehatan  melalui Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Bandung dan lintas sektoral SKPD yang mengembangkan Desa Siaga TB di Kelurahan Sukamantri. Juga Yayasan Arsitektur  Hijau Nusantara (YAHINTARA) dan Civil Society Aisyiyah serta komponen masyarakat lainnya  yang secara bergotong royong sejak tahun 2014 telah membangun beberapa rumah  sehat untuk penderit TB di Garut.

"Saat ini sedang membangun rumah singgah pasien TBC, sebagai upaya pemberdayaan sosial ekonomi dan mempercepat eliminasi TBC di Garut tahun 2030," ujarnya.

Dia menuturkan, Pemkab Garut berkomitmen melakukan langkan-Iangkah akselerasi penanggulangan TB melalui Gerakan Besar Kesehatan yakni akselerasi peningkatan penemuan kasus, dan penatalaksanaan penderita TB melalui sinergitas pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta, serta pemeriksaan skrining pada populasi risiko tinggi di lapas, dan pondok pesantren. Plus, pemberdayaan masyarakat melalui civil society, dan komponen masyarakat melalui kader kesehatan dalam upaya penjangkauan sebagai antisipasi keterbatasan dalam penemuan penderita TB, antara lain dengan pembentukan Desa Siaga TB.

Pemkab Garut pun berkomitmen menciptakan lingkungan sehat dan layak huni dengan memberikan bantuan untuk membangun 10.000 rumah layak huni bagi masyarakat Garut yang tidak mampu, disabilitas dan sakit. Sebidang lahan pun akan dihibahkan kepada Pemerintah Pusat melalui Kemenkes bagi pembangunan rumah sakit khusus paru sebagai pusat rujukan wilayah Priangan Timur. (Zainulmukhtar)