City Tak Juara Liga, Bukan Berarti Guardiola Gagal

City Tak Juara Liga, Bukan Berarti Guardiola Gagal
Manajer Manchester City Pep Guardiola. (Net)

INILAH, Manchester - Manchester City semakin jauh tertinggal dari Liverpool dalam perburuan gelar juara Liga Premier Inggris. Kalaupun akhirnya City tak mampu mempertahankan gelar juara, Pep Guardiola tak mau disebut gagal.

Di pekan ke-25 Liga Premier Inggris, City menelan kekalahan 0-2 dari Tottenham Hotspur. Sedangkan Liverpool meraih kemenangan telak 4-0 atas Southampton. Hasil tersebut membuat The Citizens mengemas 51 poin di posisi dua, mereka berselisih 22 poin dari Si Merah di puncak klasemen.

Bila melihat performa stabil Liverpool hingga sejauh ini yang belum tersentuh kekalahan (24 menang 1 imbang), skuad asuhan Jurgen Klopp peluangnya sangat besar meraih gelar juara liga musim ini.

Sebaliknya, bagi City musim ini tidak berjalan sebagus musim sebelumnya saat mereka meraih gelar juara liga 2018-19. Musim ini, dari 25 pertandingan liga Sergio Aguero sudah menelan enam kekalahan, sedangkan sepanjang musim kemarin mereka cuma menelan empat kekalahan.

Sosok Guardiola menjadi sorotan tajam menyusul performa City di liga. Banyak yang beranggapan sentuhan ajaib pelatih asal Spanyol sudah hilang. Dia keberatan jika publik menghakiminya gagal di Manchester City cuma karena tak mampu mempertahankan gelar juara liga.

"Musim kemarin adalah luar biasa bagi kami tetapi orang-orang berkata 'tetapi Anda kan tidak menjuarai Liga Champions," kata Guardiola dikutip dari BBC.

"Itulah kenapa saya akan dihakimi, jika kami tidak memenangkan Liga Champions di musim terakhir saya di sini, maka itulah yang akan jadi kegagalan," ia menambahkan.

Kontrak Guardiola di City akan usai Juni mendatang, namun sampai memasuki pekan awal Februari belum ada tanda-tanda manajemen klub bakal memberinya kontrak baru. Sejak menangani City pada pertengahan tahun 2016, Guardiola pernah mengantarkan City meraih dua gelar liga (2017-18 dan 2018-19), serta gelar Piala FA (2018-2019 dan Piala Liga Inggris (2017-18 dan 2018-19).

Di Liga Champions Eropa, pencapaian terbaik Guardiola bersama City adalah melaju ke babak perempatfinal musim 2017-18 dan 2018-19. Padahal, sebelumnya ia pernah dua kali mengantarkan Barca menjuarai Liga Champions Eropa, serta dua kali meloloskan Bayern Munchen ke semifinal.

Musim ini, Guardiola masih punya peluang menjuarai kompetisi Eropa menyusul keberhasilan City lolos dari fase grup. Namun, lawan yang akan mereka hadapi di babak 16 besar adalah pemegang 13 gelar juara Liga Champions Eropa, Real Madrid, yang sedang oke sejak kembali dilatih Zinedine Zidane. (Inilahcom)