Periksa Fakta Tentang Kebutuhan Primer Menghadapi Virus Corona

Periksa Fakta Tentang Kebutuhan Primer Menghadapi Virus Corona
istimewa

Masker mulut adalah salah satu produk kesehatan yang paling banyak dicari orang Indonesia sepanjang bulan Januari 2020 untuk mencegah penularan virus Corona yang ditemukan pertama kali di negara China. Media memberitakan juga memberitakan bahwa masker mulut menjadi langka dan mahal karena dibutuhkan banyak orang.

Masker mulut dipercaya dapat memblokir butiran partikel virus yang tidak sengaja dikeluarkan penderita Corona. Orang yang terjangkit virus Corona sendiri biasanya mengalami sakit di bagian respirator, dibarengi dengan simtom demam, batuk, dan kesulitan bernapas.  

Produk Paling Banyak Dicari

Tapi seberapa besar sebenarnya perhatian orang-orang pada masker mulut? Untuk menjawabnya, iPrice Insight melacak antusiasme orang-orang pada masker mulut menggunakan catatan Google Trends di Indonesia sepanjang bulan Januari 2020.

Melihat grafik Google Trends, intensitas pencarian masker mulut tergolong statis pada awal hingga pertengahan bulan. Malah, tren pencarian masker mulut masih belum terlihat ketika virus Corona untuk pertama kalinya menyebar ke luar China, yang terjadi di Thailand tanggal 13 Januari 2020.

Ketika itu, orang-orang Indonesia justru lebih menaruh perhatian pada produk antiseptik dan sabun cuci tangan untuk menjaga kebersihan tangan mereka dari kuman dan bakteri. Banyak media mengabarkan pentingnya menjaga kebersihan telapak tangan saat merespons epidemi virus Corona yang persebarannya masih belum sampai di Indonesia.

Masker mulut mulai intens dicari ketika Singapura dan Malaysia mendapatkan kasus Corona pertama berturut-turut pada 23 & 24 Januari 2020. Catatan pencarian masker mulut meningkat pesat hingga breakout ke titik tertinggi menjelang akhir Januari di mana desas-desus penularan Corona semakin ramai di Indonesia.

Kesimpulannya, masker mulut baru sepenuhnya menarik perhatian orang Indonesia ketika virus Corona muncul di Malaysia dan Singapura yang merupakan negara tetangga terdekat dengan Indonesia.

Masker Mulut Langka dan Mahal

Seiring isu virus Corona yang semakin mengkhawatirkan, pemberitaan tentang kelangkaan dan mahalnya masker mulut juga meningkat. Sejak kapan tepatnya masker mulut menjadi produk yang valueable? Untuk menemukan jawabannya, iPrice Insight mengumpulkan sampel harga produk masker mulut jenis bedah dan N95 selama bulan Januari 2020 dari berbagai merchant e-commerce Indonesia.

Dari grafik di atas, harga jual rata-rata satu kotak masker N95 pada tanggal 1 Januari berada pada kisaran Rp458 ribu. Menariknya, masker ini mengalami penurunan harga hingga minus 24% ketika memasuki minggu kedua Januari.

Kenaikan harga masker N95 pertama kali terjadi saat berkembangnya kasus Corona di beberapa negara Asia, temasuk Thailand, Singapura, dan Malaysia. Tapi selisihnya tidak begitu signifikan, masih berada di kisaran Rp300 ribuan per kotak.

Harga masker ini mulai menggila ketika memasuki 3 hari terakhir bulan Januari. Tanggal 30 Januari menjadi periode tertinggi kenaikan harga masker N95 yakni Rp559 ribu untuk satu kotak masker.

Lain lagi dengan masker bedah. Harga rata-rata satu kotak masker bedah mengalami kenaikan untuk pertama kalinya pada tanggal 11 Januari 2020, menembus Rp63 ribuan. Sebelumnya, rataan harga masker bedah masih berada di bawah kisaran Rp60 ribuan.

Masker bedah kembali naik cukup drastis pada periode 3 hari terakhir bulan Januari. Kisaran harga tertinggi ditemukan pada tanggal 30 Januari 2020, yakni Rp84 ribuan. Harga ini berselisih 39% lebih tinggi dibanding harga rataan pada 1 Januari.

Kenaikan harga masker N95 dan masker bedah agaknya dipengaruhi oleh stok yang makin menurund dari pekan ke pekan di bulan Januari. Berdasarkan data yang dikumpulkan, stok masker N95 mulai menurun sejak mencuatnya kasus pertama virus Corona di Singapura dan Malaysia. Ketersediaan produk ini turun semakin drastis pada pekan terakhir Januari.

Description: A close up of a map

Description automatically generated

Tren penurunan stok juga terjadi pada masker bedah sejak pertengahan bulan sampai turun drastis pada akhir bulan.  Namun, persentase stok masker bedah secara keseluruhan di bulan Januari masih tetap lebih banyak dibandingkan masker N95. Meski stoknya menurun, persentase ketersediaan masker bedah di akhir Januari tidak berbeda jauh dengan stok pada awal Januari.

Pada periode akhir bulan, kabar hoaks tentang serangan Corona di Indonesia juga semakin banyak beredar. Melansir situs Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, tercatat ada 54 konten hoaks Corona pada periode ini.

Kesimpulannya, kelangkaan dan kenaikan harga masker mulut tidak terjadi sepanjang bulan. Lonjakan harga dan penurunan stok yang drastis hanya berlangsung pada minggu terakhir. Pada tanggal 31 Januari 2020, tren harga dan stok mulai kembali normal. (sumber iPrice Insight  https://iprice.co.id/trend/insights/masker-mulut-corona/ )