Soal Tas Louis Vuitton, Dirjen Pas Baru Tahu Saat Dipanggil KPK

Soal Tas Louis Vuitton, Dirjen Pas Baru Tahu Saat Dipanggil KPK
Dirjen Pas, Sri Puguh Budi Utami di Pengadilan Tipikor pada PN Klas 1A Khusus Bandung, Rabu (9/1)
INILAH, Bandung- Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan Kemenkum HAM RI, Sri Puguh Budi Utami baru mengetahui pemberian tas Luis Vuitton dari Kalapas Sukamiskin Wahid Husein ketika dipanggil KPK.
 
Hal itu diungkapkan Sri saat menjadi saksi dalam sidang dugaan suap terhadap Kalapas Sukamiskin Wahid Husein, di Pengadilan Tipikor pada PN Klas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (9/1).
 
"Saat diperiksa KPK saya baru tahu kalau ada titipan dari sopir Pak Wahid ke sopir saya, Mulyana," katanya saat ditanya ketua Majelis Daryanto soal pemberian tas dari Wahid sebagai kado ulang tahunnya. 
 
Sri pun mengaku tidak pernah menerima laporan dari Mulyana soal adanya titipan dari Wahid Husein. Apalagi dirinya selalu menginstruksikan kepada bawahannya agar tidak menerima pemberian dalam bentuk apapun. 
 
"Sampai saya diperiksa sebagai saksi, Mulyana tidak melaporkan ke saya soal titipan itu. Jadi saya baru tahu setelah ada pemeriksaan sebagai saksi," ujar dia.
 
Apalagi sebelum diperiksa KPK, dirinya sempat ditugaskan untuk berangkat ke Thailand, dan setelah tiba di Tanah Air, dirinya pun langsung disibukan dengan rapat teknis dengan seluruh UPT dan kepala seksi di kantornya. 
 
Daryanto pun menanyakan apakah dirinya pernah menerima barang selain titipan keluarga. Sri mengaku pernah menerima produk buatan para napi. Tapi itu juga tidak dibawa ke rumah, melainkan disimpan di kantor.
 
Tidak hanya soal pemberian tas, Sri pun tidak mengetahui soal adanya beberapa fasilitas istimewa di Lapas Sukamiskin. Sebagai Dirjen dirinya mengakui sempat mengecek ke setiap Lapas, termasuk Sukamiskin. 
 
"Saya pernah mengecek, tapi tidak sampai ke dalam. Saya tidak tahu soal adanya fasilitas itu," ujarnya 
 
Sementara itu Mulyana mengakui menerima tas tersebut dari Wahid Husein yang dititipkan Wahid Husein untuk diberikan kepada Sri Puguh. Namun tas tersebut tidak diberikan, dan disimpan di pantry. 
 
"Disimpan di pantry karena tahu Ibu tidak mengizinkan menerima barang. Dari dulu tidak boleh menerima barang," katanya. 
 
Mulyana menyebut tak mengetahui isi dari hadiah yang masih terbungkus itu. Dia baru tahu setelah barang dikembalikan ke KPK. Pengembalian itu dilakukan atas inisiatif Mulyana sendiri usai diperiksa KPK. 

Loading...