Tingkat Konsumsi Ikan Warga Purwakarta Cenderung Rendah

Tingkat Konsumsi Ikan Warga Purwakarta Cenderung Rendah
Foto: Asep Mulyana

INILAH, Purwakarta – Tingkat konsumsi ikan masyarakat di Kabupaten Purwakarta, cenderung masih rendah. Data tersebut seperti yang dilansir Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI. Hal mana, saat ini tingkat konsumsi ikan untuk wilayah ini baru 31 kilogram per kapita per tahunnya.

Padahal, jika merujuk pada standar nasional konsumsi ikan itu sebanyak 56 kilogram per kapita per tahun. Atas dasar itu, Kementerian melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan akan turut membantu mengenjot supaya tingkat konsumsi ikan di wilayah ini meningkat.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Agus Suherman menuturkan, pihaknya akan turut mendorong supaya masyarakat lebih gemar mengkonsumsi ikan. Kendati, untuk menggenjot tingkat konsumsi ikan ini bukanlah pekerjaan mudah.

“Untuk wilayah Purwakarta, masih cenderung rendah. Artinya perlu ditingkatkan lagi. Salah satunya, bisa melalui sosialisasi gerakan makan ikan (Gemarikan),” ujar Agus dalam kegiatan Safari Gemarikan bersama Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi di Tajug Gede Cilodong, Purwakarta, Rabu (12/2/2020).

Agus menjelaskan, selain menggalakan sosialisasi Gemarikan, perlu strategi lainnya untuk meningkatkan tingkat konsumsi ikan tersebut. Salah satu caranya, dengan mendekatkan pasar ikan melalui penyediaan ikan-ikan dengan budidaya yang kuat. Hal itu, menurutnya, dapat memacu gerakan makan ikan dan memasarkan ikan dalam negeri.

“Target kami secara nasional, hingga 2024 mendatang tingkat konsumsi ikan di masyarakat bisa mencapai 60 kilogram per kapita. Khusus Purwakarta, saya kira mencapai 40 kilogram atau di atas provinsi itu sangat mudah,” jelas dia.

Dalam hal ini, pihaknya menyarankan supaya program ini bisa disosialisasikan secara massif di sekolah dan pesantren, termasuk juga posyandu. Supaya, gemar makan ikan ini bisa ditamankan sejak dini.

Di tempat sama, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi menambahkan, pihaknya berharap supaya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI juga bisa memberikan jaminan jika ikan dari perairan Indonesia itu layak dikonsumi. Salah satu caranya, terlebih dahulu meneliti kadar air perikanan di seluruh Indonesia.

“Jangan sampai ikan tersebut tak layak konsumi akibat airnya tercemar, baik oleh limbah cair atau plastik dan B3 lainnya. Sungai dan muaranya harus dibenahi. Karena yang paling menderita itu laut dan seluruh rangkaian sungai bermuara di laut,” ujar Mantan Bupati Purwakarta itu.

Dedi juga menegaskan, persoalan sampah plastik impor dan pembuangan limbah cair ke sungai harus segera diminimalisasi. Karena, masalah ini merupakan ancaman nyata ke depan yang paling besar.

“Jadi, ikan yang dikonsumi itu mesti ikan yang sehat dan dari perairan yang sehat pula,” pungkasnya. (Asep Mulyana)