Korban Banjir Keluhkan Bupati Cirebon 

Korban Banjir Keluhkan Bupati Cirebon 
Foto: Maman Suharman

INILAH, Cirebon - Hingga saat ini, Pemkab Cirebon belum mencairkan dana untuk tanggap darurat bencana. Padahal, dari informasi yang beredar pencairan hanya tinggal menunggu pengesahan bupati saja. 

Beberapa warga di daerah yang terdampak banjir menyesalkan sikap bupati yang belum pernah turun ke lokasi banjir. Menurut penuturan warga, sikap bupati itu mencerminkan ketidakpedulian dirinya atas penderitaan warga selama ini.

"Selama banjir saya belum pernah melihat bupati turun ke daerah kami. Padahal, banjirnya cukup besar. Minimal nongol, untuk melihat kondisi kami. Tanggul jebol saja mana perbaikannya. Kenapa anggaran belum juga dicairkan," kata M Roji, salah seorang warga Gamel yang sering menjadi langganan banjir.

Warga lainnya di wilayah timur juga mengaku miris dengan sikap orang nomor sati di Kabupaten Cirebon itu. Dari unggahan media-media sosial, diakuinya banyak warganet yang mempertanyakan sikap bupati yang belum pernah sama sekali meninjau lokasi banjir. 

"Mendos sekarang lebih cepat informasinya. Tolonglah saat ada banjir, bupati bisa turun ke lokasi dan berbaur dengan warga," kata orang yang enggan disebutkan namanya itu.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon Dadang Suhendra mengaku saat ini pihaknya belum berkoordinasi lagi dengan sekda maupun bupati. Koordinasi dilakukan untuk meminta keputusan sekda maupun bupati, apakah Kabupaten Cirebon kategori tanggap darurat bencana atau bukan.

"Hari ini kami akan rapat dengan Dandim dan Kapolres. Saya sih rencananya mengajukan tanggap darurat. Kalau mereka setuju baru kita naik ke bupati. Masalahnya situasi sekarang kan tidak bisa diprediksi," kata Dadang, Rabu (12/2/2020).

Dadang beralasan, kalau saja dana tanggap darurat bisa dicairkan maka akan membantu upaya pencegahan banjir. Ada prioritas yang akan dilakukan yaitu perbaikan beberapa tanggul yang jebol. Tanggul tanggul tersebut berada di daerah Lohbunta, Wanakaya Sarabua Gamel serta Pager Toya. Tanggul tanggul tersebut kata Dadang harus segera diperbaiki.

"Kemarin dibantu Dinas PUPR yang sifatnya hanya sementara. Buktinya, tidak bisa menahan derasnya air. Kalau dana ini cair, minimal bisa memperbaiki tanggul dengan semipermanen," ungkap Dadang.

Saat INILAH menghubungi beberapa kali nomor kontak Bupati Cirebon Imron Rosyadi untuk meminta komentarnya, hingga hari ini tidak direspons. Informasi yang beredar, Imron malah menghadiri acara wisuda salah satu perguruan tinggi swasta yang berlokasi di salah satu hotel berbintang di Cirebon. (Maman Suharman)