Serikat Pekerja PT PPE Desak Jaksa Umumkan Tersangka

Serikat Pekerja PT PPE Desak Jaksa Umumkan Tersangka
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Serikat perkerja PT Prayoga Pertambangan Energi (PPE) mendesak Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor untuk mengumumkan terduga kasus dugaan kerugian negara sebesar Rp80 miliar yang dialami perusahaan pelat merah tersebut.

Jajang Furqon, salah satu pengurus serikat pekerja PT PPE mengatakan setelah lama melakukan penyelidikan maka sudah sepatutnya Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor mengumumkan siapa saja yang diduga terlibat. Pasalnya, usai disuntik modal hingga Rp165 miliar perusahaan yang bergerak di bidang tambang itu belum juga memberikan keuntungan kepada Pemkab Bogor. Bahkan, diduga menimbulkan kerugian negara.

"Kami mendesak agar Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor mempublish atau mengumumkan terduga tersangka yang menyebabkan PT PPE atau pemerintah mengalami kerugian hingga puluhan miliar rupiah," kata Jajang kepada wartawan, Rabu (12/2/2020).

Pria berkaca mata ini menambahkan kejelasan kasus dugaan kerugian negara ini sangat penting. Sebab, Direksi PT PPE yang baru terpilih Agus Setiawan dalam waktu dekat juga akan bekerja membenahi perusahaan daerah yang dibentuk pada tahun 2013 lalu.

"Pekerja atau karyawan PT PPE berharap segera ada kepastian hukum lalu apabila ada yang melanggar hukum itu harus diproses ke meja pengadilan, hingga Direksi Agus Setiawan bisa langsung bekerja membenahi PT PPE," tambahnya.

Sementara itu, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor Juanda menuturkan saat ini jajarannya masih melakukan proses penyelidikan seperti meminta keterangan para saksi, mengamankan dokumen barang bukti dan lainnya.

"Selain sudah mengamankan dokumen-dokumen, saksi-saksi yang mengetahui peristiwa atau fakta hukum dugaan kerugian pemerintah daerah atau negara ini juga sudah kami periksa. Kasus ini tinggal tunggu hasil perhitungan kerugian negara yang saat ini masih dikerjakan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan)," tutur Juanda.

Sedangkan, Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor Rolando Ritonga menjelaskan setelah BPK mengeluarkan jumlah kerugian negara maka jajarannya segera menjemput tersangka untuk segera diperiksa lebih lanjut.

"Terduga tersangka akan kita tahan apabila hasil pemeriksaan kerugian negara itu sudah diumumkan BPK. Kami sih berharap BPK segera merilis dugan jumlah kerugian negara dari kasus PT PPE ini," jelas Rolando. (Reza Zurifwan)