Kok Bisa Bogor Jadi Kota Pendidikan Ramah Anak?

Kok Bisa Bogor Jadi Kota Pendidikan Ramah Anak?
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor – Bagaimana mungkin Bogor dijadikan kota pendidikan ramah anak? Selain tawuran pelajar, aksi vandalisme kerap terjadi diduga melibatkan anak sekolahan.

Teranyar, aksi vandalisme terjadi pada Selasa (11/2). Halte dan shelter bus jadi sasaran. Dia jadi kumuh tak terawat. Banyak terdapat coretan. Aksi corat-coret itu dilakukan oknum tak bertanggung jawab.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor Eko Prabowo mengaku kesal atas tindakan oknum tak bertanggung jawab yang kerap kali mencoret fasilitas umum milik Dishub Kota Bogor ini. 

“Padahal itu merupakan fasilitas umum dan bisa dimanfaatkan masyarakat untuk menunggu bus. Bisa dilihat banyak coretan dari orang yang tak bertanggung jawab,” ungkap Eko, Rabu (12/2).

Eko melanjutkan, berdasarkan data yang ada Dishub Kota Bogor, ada sebanyak 85 halte bus di Kota Hujan yang kerap kali jadi incaran. Bahkan, sejumlah halte bus yang sudah bersih dari coretan, kembali di coret-coret pelaku vandalisme. 

“Ya, kami sudah sering kali bersihkan halte bus yang ada, tapi selang satu pekan ke depan atau satu bulan kotor lagi. Jadi begitu saja seterusnya,” tambahnya.

Eko menjelaskan, sangat menyayangkan tindakan oknum vandalisme tersebut. Dirinya juga tak segan untuk memberikan sanksi kepada pelaku jika berhasil menangkap basah sesuai dengan regulasi yang ada.

“Kalau nanti tertangkap basah, diproses Satpol PP Kota Bogor. Aturan yang berlaku seperti itu,” jelasnya.

Eko membeberkan, rata-rata coretan yang didapatkan pihaknya, didominasi oleh simbol dan istilah keren-kerenan suatu kelompok pelajar sekolah. Tak heran jika belakangan ini marak terjadi tindak kekerasan yang dilakukan para pelajar. 

“Kayak istilah geng atau kelompok pelajar begitu. Mulai dari simbol, angka, hingga nama beken suatu kelompok pelajar. Biasanya tulisan atau simbol itu yang sering kami temukan,” pungkasnya. (rizki mauludi/ing)