Apa Kabar Mutasi di Pemkab Cirebon, Kok Makin Samar?

Apa Kabar Mutasi di Pemkab Cirebon, Kok Makin Samar?
Bupati Cirebon Imron Rosyadi. (Maman Suharman)

INILAH, Cirebon - Isu mutasi dikalangan Pemkab Cirebon terus bergulir namun, tidak ada kepastian. Bupati Cirebon, Imron kembali mengeluarkan pernyataan yang membingungkan.

Awalnya Imron menyatakan, mutasi belum bisa dilakukan karena akan digabung dengan eselon 3 dan 4. Alasannya, supaya publik tidak mempertanyakan terkait seringnya mutasi seperti era bupati Sunjaya.

"Belum pasti kapan. Kita sedang menunggu izin kementerian karena eselon 3 dan 4 belum keluar. Kalau hasil open bidding sudah ada hasilnya tapi tetap kita akan gabungkan dengan yang lain," ujar Imron, Kamis (13/2/2020)

Ketika minta diperjelas dengan pernyataannya karena sering berubah ubah, Imron memastikan bahwa mutasi akan digelar setelah izin dari kementerian keluar. Awalnya memang akan dilakukan untuk 9 OPD hasil open bidding. Namun karena banyak isu diluar bahwa mutasi masih dikendalikan mantan Bupati Cirebon Sunjaya, akhirnya digabungkan.

"Memang awal kan hasil open bidding terlebih dahulu. Tapi karena diluar makin santer isu peran sunjaya masih kuat, akhirnya kita samakan sajalah. Ini untuk menghindari opini publik. Apalagi komisi 1 sudah menyikapi, kita semakin hati hati," jelas Imron.

Sementara itu, ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Cirebon, Anton Maulana meminta Imron segera melakukan mutasi. Terlepas ada dugaan mantan Bupati Sunjaya masih berperan, Anton hanya melihat terkait penyerapan anggaran. Menurutnya, semakin cepat mutasi akan semakin cepat kegiatan di setiap OPD bisa dilakukan.

"Kalau publik menagih janji mutasi wajar. Ini bukti kepedulian masyarakat kepada pemkab. Saya juga maunya secepatnya dilakukan. Ini berkaitan dengan penyerapan anggaran. Jangan sampai mulurnya mutasi berpengaruh kepada lambatnya penyerapan anggaran," ungkap Anton.

Anton meminta, bupati segera melakukan star dalam proses percepatan pembangunan di Kabupaten Cirebon. Mutasi sangat penting, karena saat ini banyak kepala OPD yang merangkap sebagai Plt di beberapa OPD lainnya. Justru dengan posisi saat ini menurutnya, akan membingungkan kinerja OPD dalam mengambil kebijakan.

"Lebih cepat lebih baik. Kalau diundur terus, kapan kegiatan pembangunan akan digelar. Nanti molor lagi kegiatannya seperti tahun kemarin. Nanti temuan lagi, yang jelek ya Pemkab Cirebon. Tolonglah jangan terus mengulang kesalahan yang sama," tukas Anton. (maman suharman)