Siswa Dilarang Rayakan Valentine Day, Ini Kata Kepala SMAN 3 Bandung

Siswa Dilarang Rayakan Valentine Day, Ini Kata Kepala SMAN 3 Bandung
Kepala SMAN 3 Kota Bandung Yeni Gantini/ foto: Okky Adiana

INILAH, Bandung - Dinas Pendidikan Jawa Barat (Kadisdik Jabar) menghimbau seluruh sekolah Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan juga Sekolah Luar Biasa (SLB) agar tidak melakukan hari valentine yang jatuh pada 14 Februari 2020 mendatang.

Selain bertentangan dengan budaya Indonesia, juga banyak hal negatif yang bisa merusak moral generasi muda Indonesia. Karena tidak sedikit mereka salah kaprah dalam mengungkapkan rasa kasih sayangnya. Apalagi kalau sudah melanggar norma agama dan budaya di tanah air.

Kepala SMAN 3 Kota Bandung Yeni Gantini mengunggkapkan, pihaknya sangat setuju dengan apa yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar). Alasannya, karena hari Valentine itu bukan budaya dari Indonesia. Tidak semestinya siswa-siswi ataupun pelajar di Indonesia digiring untuk merayakan kegiatan Valentine Day.

“Sudah semestinya anak-anak kita digiring untuk tidak merayakan kegiatan yang tidak semestinya. Apalagi kalau siswa-siswi dan pelajar sampai menghadiri kegiatan Valentine day di luar lingkungan sekolah, merayakan hari kasih sayang tetapi dengan perayaan yang tidak semestinya,” tegas Yeni, Kamis (13/2/2020).

Menurutnya kasih sayang itu tidak harus selalu menunggu tanggal 14 Februari namun setiap hari itu bisa dilakukan.
Tentunya kasih sayang yang seutuhya, seperti kepada orangtua, adik, kakak, saudara, teman dan lainnya. Di Islam sudah diajarkan.

“Tidak semua orangtua bisa mengawasi kegiatan di suatu tempat, apalagi pulang pagi. Pokoknya jangan sampai memberikan peluang pada kegiatan yang tidak perlu. Alhamdulillah di kami kultur perayaan valentine day tidak ada. Malah cenderung biasa-biasa saja,” imbuh Yeni.

Senada dengan Yeni, Warya Aris Kepala SMAN 25 Kota Bandung pun sangat mengapresiasi himbauan Kasdisdik Jabar. Valentine day menurutnya kegiatan yang sudah mendunia, namun bukan ciri khas bangsa Indonesia.
Pihaknya mengarahkan siswa-siswinya agar tidak terjebak pada perayaan itu. Apalagi banyak yang salah kaprah.

“Kami sudah memberikan pemahaman-pemahaman kepada siswa kami mengenai perayaan valentine yang bertentangan dengan norma agama dan budaya Indonesia. Apalagi umat Islam yang tidak memiliki budaya itu. Di sekolah kami (SMAN 25 Bandung) sendiri akan dilaksanakan kegiatan Flower Day, penanaman 1000 tanaman di sekitar areal sekolah,” tambah Aris. (Okky Adiana).