Robert Alberts Keluhkan Rumput Lapangan Stadion si Jalak Harupat

Robert Alberts Keluhkan Rumput Lapangan Stadion si Jalak Harupat
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts keluhkan rumput lapangan Stadion si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Itu terjadi saat menjamu Barito Putera, Selasa (11/2/2020) kemarin.

Menurutnya, kondisi rumput lapangan semakin mengkhawatirkan. Bahkan terlihat seperti tidak terawat. Terbukti permukaan lapangan yang tidak merata hingga menyebabkan beberapa pemain terjatuh saat menjalani pertandingan. 

Pelatih asal Belanda ini sebenarnya tak ingin membahas kondisi rumput lapangan Stadion si Jalak Harupat. Sebab ia merasa kondisi ini sangat sensitif. 

"Bagaimana mengatakannya supaya tidak ada yang merasa dikritik, karena orang-orang sangat sensitif soal hal ini. Tapi realitanya adalah kami berhenti (memakai lapangan) pada Desember tahun lalu dan kembali pekan lalu ke lapangan ini dan kondisi lapangannya masih sama dengan seperti kami meninggalkan ini bulan Desember," ungkap Robert, Kamis (13/2/2020).

Robert mengaku terkejut dengan kondisi lapangan stadion milik Pemerintah Kabupaten Bandung ini. Sebab kondisinya hampir sama sejak timnya mengakhiri Liga 1 musim 2019 lalu. 

"Secara pribadi saya merasa sangat terkejut karena kondisi dari lapangan sangat buruk saat kami mengakhiri kompetisi musim lalu dan itu tentu bukan hal yang positif," tuturnya. 

Namun, Robert enggan terlalu menyalahkan. Sebab seharusnya setiap tim memiliki lapangan sendiri untuk dijadikan tempat latihan atau bahkan pertandingan. 

"Di Eropa, setiap klub mempunyai stadion sendiri jadi sudah menjadi tanggung jawab mereka supaya ketika bertanding, lapangan dalam kondisi yang terbaik," katanya.

Robert memahami di Indonesia cukup sulit memiliki lapangan atau bahkan stadion sendiri bagi setiap klubnya. Sebab secara keseluruhan stadion yang ada di setiap daerahnya milik pemerintah.  

"Seperti di Bandung, pemerintah yang menjadi pengelola stadion dan kami harus bersepakat dengan itu. Tetapi sekali lagi sangat disayangkan karena di sepak bola profesional, pertandingan seharusnya dimainkan di lapangan dengan kondisi terbaik," pungkasnya. (Muhammad Ginanjar)