Skor PPH 2019 Melampaui Target, Jabar Bidik 100 Poin

Skor PPH 2019 Melampaui Target, Jabar Bidik 100 Poin
Foto: Rianto Nurdiansyah

INILAH, Bandung - Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar mendorong skor pola pangan harapan (PPH) konsumsi mencapai angka 100 poin. Hal tersebut sesuai misi Gubernur Jabar Ridwan Kamil untuk mewujudkan Juara Lahir Batin.

Kepala Bidang Kosumsi dan Sumber Daya Manusia DKPP Jabar Latifah mengatakan, sejauh ini grafik PPH Jabar selalu meningkat dalam setiap tahunnya. Pada 2019, Jabar mencapai skor 89 poin yang tercatat naik dari tahun sebelumnya sebesar 83,6 poin.

"Secara nasional kita masih berada di bawah. Tapi secara target indikator kinerja Pak Gubernur itu sudah di atas," ujar Latifah, Kamis (13/2/2020).

Dia mengatakan, untuk menghitung skor analisa konsumsi PPH 2020 baru akan dimulai pada Maret mendatang. Itu menyusul keluarnya data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS).

Menurutnya, persoalan meningkatkan PPH ini merupakan tugas multisektor. Termasuk harus bersinergi dengan sejumlah perangkat daerah lainnya.

"Program-program di DKPP untuk mendorong skor PPH salah satunya di bidang kita. Kita kan ada program Kawasan Rumah Pangan Lestari. Yaitu memberdayakan masyarakat supaya masyarakat itu bisa memanfaatkan lahannya sebagai sumber kehidupannya," katanya.

Selain itu, dia mengatakan ada juga program yang sifatnya lebih pada langkah antisipasi dengan melakukan pengawasan produk pangan segar yang beredar di pasar-pasar tradisional. Itu untuk memastikan keamanan pangan terjamin. 

"Bahkan kita memiliki yang namanya Balai pengawasan mutu dan keamanan pangan. Itu adalah sebuah lembaga untuk memberikan jaminan keamanan pangan bagi para petani supaya produknya bisa mendapatkan sertifikat izin edar keamanan," paparnya.

Latifah menambahkan, program-program tersebut rutin diselenggarakan oleh pihaknya secara berkelanjutan. Agar pola pikir masyarakat terhadap konsumsi pangan itu betul betul sudah ideal sesuai dengan beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA). (Rianto Nurdiansyah)