Pantang Bersikap Pengecut 

Pantang Bersikap Pengecut 
KH Abdullah Gymnastiar

Saudaraku, tidak ada yang lebih membahayakan kita selain dari kesalahan dan keburukan kita sendiri. Manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Setiap kita pasti pernah melakukan kesalahan dan pasti memiliki kekurangan, akuilah hal ini. Jika melakukan kesalahan kepada orang lain, maka akui dan minta maaflah. Pantang bagi kita untuk bersikap pengecut. Akuilah kesalahan dan bertanggungjawablah. 

Setiap orang pasti melakukan kesalahan. Tapi kalau tidak mau mengakui kesalahan apalagi minta maaf, maka ini fatal. Orang yang gemar mengelak padahal sudah jelas ia berbuat salah, apalagi sampai menyalahkan orang lain, maka sungguh ini mental pengecut. Berbahaya sekali mental seperti ini, karena ini adalah bagian dari mental kemunafikan yang sangat hina. Jangan sampai ada dalam diri kita mental yang seperti ini. 

Jangan pernah takut mengakui kesalahan yang sudah kita lakukan. Bersikaplah ksatria. Mengakui, meminta maaf, dan perbaikilah. Tidak ada orang yang celaka disebabkan mengakui kesalahan. Yang celaka justru orang yang bersikap sebaliknya. Bersikap sombong tidak mengakui kesalahan, melarikan diri dari tanggung jawab, apalagi hingga menyalahkan orang lain. 

Tidak ada manusia yang sempurna. Tidak ada manusia yang bersih dari kekurangan dan kesalahan. Setiap orang pasti bisa melakukan kekhilafan. Tapi yang buruk adalah jika tidak mau mengakui kesalahan, enggan bertobat dan memperbaiki diri.   

Allah SWT berfirman, “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 135)

Keengganan mengakui kekurangan dan kesalahan diri sendiri apalagi sampai meminta maaf, maka ini cerminan kesombongan yang ada di dalam hati. Sedangkan sombong adalah penyakit hati yang sungguh sangat berbahaya. Betapa banyak orang yang hancur karena kesombongan. 

Apa yang membuat Iblis membangkang kepada Allah ketika Ia memerintahkannya bersujud kepada Nabi Adam sebagai sebuah penghormatan? Tiada lain adalah kesombongan. Apa pula yang membuat Firaun menolak seruan Nabi Musa dan menantangnya? Tiada lain adalah kesombongan. Ia merasa sebagai raja yang berkuasa atas segala-galanya. 

Kemudian, apa yang membuat Qorun menolak nasihat Nabi Musa untuk kembali kepada Allah setelah ia memiliki kekayaan yang berlimpah ruah? Karena kesombongan. Ia merasa kekayaannya itu ia peroleh semata-mata karena kecerdasannya saja, bukan karena Allah. Subhanallah! 

Iblis, Firaun, dan Qorun kemudian celaka atas izin Allah, disebabkan perbuatan mereka sendiri. Iblis dilaknat oleh Allah untuk selamanya. Firaun dibinasakan di kedalaman lautan. Sedangkan Qorun binasa ditelan bumi beserta seluruh kekayaannya. Betapa dahsyat akibat dari kesombongan. Semoga kita terhindar dari penyakit hati yang satu ini. 

Oleh karena itu, marilah senantiasa kita melatih diri untuk rendah hati menyadari tiada manusia yang sempurna, mustahil manusia luput dari kekurangan dan kesalahan. Kerendahan hati membuat kita selalu menyadari segala yang dimiliki, kemampuan kita, kekayaan kita, kedudukan dan apa pun yang kita miliki tiada lain adalah dari Allah SWT. (*)