(Sikap Kami) Optimisme Sekda Baru

(Sikap Kami) Optimisme Sekda Baru

HARI ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendapatkan Sekretaris Daerah yang baru. Jika tak ada aral melintang, Gubernur Ridwan Kamil akan melantik Setiawan Wangsaatmaja untuk posisi ASN nomor satu di Gedung Sate itu.

Tentu, ini akan menjawab pertanyaan yang berbulan-bulan lamanya menggantung soal pejabat yang akan menduduki posisi Sekda Jabar. Posisi definitif itu kosong sejak Iwa Karniwa ditahan KPK terkait kasus dugaan korupsi.

Ditunjuknya Setiawan Wangsaatmaja untuk mengisi posisi tersebut patutlah memberi pengharapan pada peningkatan kerja Pemprov Jawa Barat. Sedikitnya, tiga alasan memberi harapan itu.

Pertama, Setiawan orang Jawa Barat. Dia lahir di Bandung pada 1963 lalu. Lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) pula. Jiwa Sunda, jiwa Jawa Baratnya tentu takkan luntur meski tujuh tahun berkarier di Jakarta.

Kedua, dia pun bukan orang baru di Gedung Sate. Ikut merintis karier di Gedung Sate. Sebelum ke Jakarta, dia adalah kepala Dinas Lingkungan Hidup di era Gubernur Ahmad Heryawan.

Ketiga, ini yang tak kalah penting, kapasitasnya teruji. Menteri PAN-RB boleh berganti, tapi Setiawan tetap pejabat yang diperhitungkan. Dia dipertahankan dari era Azwar Abubakar, Yuddy Chrisnandi, Asman Abnur, Syafruddin, hingga Tjahjo Kumolo saat ini.

Di tengah optimisme itu, tentu tak salah pula kalau kita ingatkan kepada Setiawan untuk konsentrasi penuh pada tugas-tugasnya. Fokus. Gagal fokus itulah yang membuat sejumlah Sekda di Jabar berakhir masa tugasnya. Tak kalah pentingnya adalah agar tidak tergiur dengan politik.

Politik inilah pangkal utama berakhirnya karier sejumlah sekda di Jawa Barat. Dari Lex Laksamana hingga Iwa Karniwa. Keduanya, dalam kapasitas sebagai panutan di kalangan ASN, justru tergiur jabatan politik dan akhirnya kandas. Lex gagal di Pilkda 2013, sementara Iwa bahkan gagal ikut kontestasi sampai akhirnya terbelit persoalan RDTR Kabupaten Bekasi.

Agar fokus, kita sarankan pula agar Setiawan meninggalkan saja jabatan-jabatan lain di luar fungsi pemerintahan yang ada selama ini. Sebab, dalam catatan, Setiawan misalnya masih tercatat sebagai komisaris PT Bhanda Ghara Reksa, sebuah Persero BUMN yang bergerak di bidang logistik. Semata-mata agar bebannya tak terlalu berat dan fokus menjalankan tugas sebagai Sekda Jawa Barat.

Pada akhirnya, kita ucapkan wilujeng sumping, semoga bisa membawa kebaikan untuk Jawa Barat. (*)