Fraksi Golkar DPRD Kab Cirebon Kirimkan Bantuan Korban Banjir Gamel

Fraksi Golkar DPRD Kab Cirebon Kirimkan Bantuan Korban Banjir Gamel
Foto: Maman Suharman

INILAH, Cirebon - Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Cirebon memberikan bantuan kepada warga Desa Gamel Kecamatan Plered. Bantuan diberikan sebagai rasa empati Partai Golkar untuk masyarakat Desa Gamel. Mereka diberikan bantuan berupa alat alat kebersihan bagi mereka yang rumahnya terendam banjir.

"Ini bentuk kepedulian kami, kami salurkan alat kebersihan. Mudah mudahan bisa membantu," ucap Ketua Fraksi Partai Golkar Anton Maulana, Jumat (14/2/2020).

Anton menjelaskan, selain menyalurkan bantuan fraksinya pun mengaku siap menyerap aspirasi terlebih masalah solusi banjir. Saat ini, pihaknya pun mendorong, agar Pemda segera bergerak melakukan upaya pencegahan. Masalahnya, musim hujan diperkirakan masih cukup lama.

"Kami mendorong PUPR dan BBWS untuk memperbaiki pintu air yang rusak. Jangan dinanti nanti karena musim hujan masih cukup lama," kata Anton.

Dirinya melihat, kondisi sungai di sekitar wilayah Desa Gamel dan sekitarnya sudah masuk dalam kondisi yang kritis. Tidak ada cara lain, selain dilakukan normalisasi. Anton merasa miris karena sampai saat ini pihak BBWS sama sekali belum melakukan normalisasi.

"Yang disayangkan, meskipun terbilang setiap tahun banjir terjadi, ternyata kurang mendapat respon dari pemerintah. Meskipun pengaduan sudah dilakukan oleh Kuwu Desa Gamel, Dalam waktu dekat, akan ada rapat koordinasi dengan BBWS, DPUPR, Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan serta BPBD Kabupaten Cirebon. Kami akan serius menyikapinya," ungkap Anton.

Hal yang sama disampaikan anggota Fraksi Partai Golkar Siska Karina. Dia menilai, saat ini sudah seharusnya Pemkab Cirebon bisa menyelesaikan banjir. Image banjir setiap tahun, menjadi preseden buruk bagi Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, penyebab banjir yang selama ini sering terjadi di Desa Gamel, karena terdapat tiga sungai yang bermuara disatu sungai.

"Maka dari itu, perlu segera untuk dinormalisasi. Sudah muara disatu sungai, sungainya mengecil. Kan bahaya. Kalau tidak dinormalisasi, warga disini yang menanggung derita setiap banjir datang," jelas Siska.

Sementara itu, Kuwu Desa Gamel Junaedi mengaku setiap turun hujan wilayahnya selalu tergenang banjir dengan ketinggian yang bervariatif mulai dari 10-70 cm. Dia membenarkan, belum adanya perhatian pemerintah meski proses pengajuan setiap tahun dilayangkan.

"Untuk solusi yang saat ini sudah ada, akan dilakukan pengerukan. Katanya akan mengambil anggaran dari dana PIK Kecamatan. Nilainya sebesar Rp50 juta. Tapi solusi paling tepat, diharapkan adanya normalisasi sungai," ujarnya. (Maman Suharman)