Sekda Setiawan Diberi Waktu Sepekan untuk Adaptasi

Sekda Setiawan Diberi Waktu Sepekan untuk Adaptasi
Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja

INILAH, Bandung- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberi deadline satu pekan kepada Setiawan Wangsaatmaja untuk beradaptasi menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar baru. Hal tersebut disampaikan usai melantik Setiawan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (14/2/2020). 

Diketahui, Setiawan dipilih oleh Presiden Joko Widodo setelah melalui proses open bidding. Dua kandidat sekda hasil open bidding yang juga diajukan kepada Presiden adalah Dedi Taufik (Kepala Disparbud Provinsi Jawa Barat) dan Yerri Yanuar (Kepala BKD Provinsi Jawa Barat).

“Saya kasih waktu tujuh hari untuk safari memperkenalkan diri ke semua elemen yang akan menjadi tanggungjawabnya,” ujar Ridwan Kamil.

Tidak hanya itu, Ridwan Kamil pun meminta mantan Deputi Bidang SDM Apararatur Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi tersebut untuk memanfaatkan jaringan di pemerintah pusat untuk mengakselerasi bantuan pembangunan Jawa Barat. Titik beratnya adalah keadilan fiskal dari pusat.

Keadilan tersebut fiskal yaitu  dana transfer ke kabupaten/ kota tahun 2020 untuk Jabar sebesar Rp 48,3 triliun. Sedangkan dana transfer untuk Jawa Tengah mencapai Rp 48,8 triliun, dan Jatim Rp 54,4 triliun.

Anggaran itu diberikan karena jumlah kabupaten/ kota di Jabar sebanyak 27 wilayah, lebih sedikit dari dibandingkan dengan Jateng yang memiliki 35 kabupaten kota, dan Jatim memiliki 38 kabupaten kota. Jumlah desa di Jabar juga lebih sedikit, yakni 5.312 dengan jumlah dana desa Rp 5,9 triliun, Jateng mempunyai 7.809 desa dan mendapat dana desa sebesar Rp 8,2 triliun, sedangkan Jatim terdiri dari 7.724 desa memperoleh Rp 7,6 triliun.

“Mungkin dengan jaringan pak Iwan di kementrian lobi-lobi itu bisa menghasilkan dukungam bantuan sehingga APBD Jabar yang terbatas mudah-mudahan di jaman sekda pa Iwan bisa berlipat-lipat bantuan dari pusat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ridwan Kamil pun meminta agar tugas Setiawan sebagai Sekda Jabar jangan terganggu dengan kepentingan politik yang akan memicu dinamika. Mengingat Sekda sebelumnya, yakni Iwa Karniwa terjerat kasus dugaan suap proyek Meikarta, setelah mendaftarkan diri sebagai calon Gubernur ke PDIP.

“Mudah-mudahan fokus saja pada pekerjaan, jangan ada hal-hal yang di luar tupoksi seperti sebelum-sebelumnya. Saya kira itu harus dipahami karena pejabat politik ada 122 orang. 120 nya dewan , dua lagi gubernur dan wagub di luar itu gada yang bersifat formal sbg individu politik termausk sekda,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja berharap dapat beradaptasi dengan tugas anyarnya kurang dari deadline yang diminta oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil. 

"Deadlinenya satu Minggu untuk memetakan itu semua untuk berlari bersama-sama. Cuma mungkin kurang saya sih mudah mudahan enggak sampai seminggu," ujar Setiawan. 

Dia mengaku, menyimak baik berbagai hal yang menjadi concern dari gubenur untuk menjadikan Jabar Juara Lahir Batin. 

"Tentu saja sayatidak bisa bergerak sendiri . Pak Daud (mantan Plt Sekda Jabar) juga masih di sini, saya juga masih akan bertanya kepada teman teman yang ada di sini," pungkas dia. (Rianto Nurdiansyah)