Pergeseran Tanah Ancam Warga Hegarmanah

Pergeseran Tanah Ancam Warga Hegarmanah
foto: INILAH/Agus SN

INILAH, Ngamprah- Pasca terjadinya longsor yang menimpa Kampung Hegarmanah RT02/04 Desa Sukatani, Kabupaten Bandung Barat beberapa waktu lalu, cukup meninggalkan trauma yang mendalam bagi warga yang menjadi korban.

Meski Pemda Kabupaten Bandung Barat, dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB terus berupaya melakukan penanggulangan sekaligus langkah preventif guna mengantisipasi terjadinya longsor susulan.

Tak hanya itu, ancaman pergeseran tanah sebagai dampak dari bencana longsor turut menghantui warga. lantai rumah warga lainnya turut amblas dan menimbulkan retakan yang cukup dalam.

“Saya sudah tinggal disini selama 25 tahun, sebelumnya juga pernah terjadi longsor dan banjir bandang, namun tidak separah seperti sekarang sampai bikin lantainya amblas,” ujar Edah Iyarwiyarsih (43) korban longsor Sukatani pada INILAH, Jum’at (14/2/2020).

Edah menjelaskan, ada tiga orang yang menempati rumahnya, setelah terjadi longsor kemarin ia baru sadar kalau lantai rumahnya terlihat miring. Tak hanya itu, saluran pembuangan kotoran dan pasir sebanyak delapan kubik yang berada dihalaman rumahnya turut tertimbun.

“Air juga ikut mati, saya takut rumah tertimbun, karena takut ada bencana susulan, saya bingung mau pindah kemana gak ada lagi tempat, ini kan tanah keluarga,” imbuhnya.

Edah menuturkan, sehari-hari berprofesi sebagai petani, akibat longsor kemarin sawah yang biasa digarapnya tertimbun seluruhnya. Alhasil, perekonomian keluarganya turut terkena dampak.

“Saya sehari-hari bertani, sawah juga tertimbun dan belum terhitung berapa kerugiannya. Pemerintah baru memberikan bantuan berupa makanan, Sedangkan untuk rumah yang rusak belum ada solusinya,” ujarnya. (agus sn).