Bercita-cita Jadi Dokter, Mantap Jadi Guru hingga Meraih Prestasi

Bercita-cita Jadi Dokter, Mantap Jadi Guru hingga Meraih Prestasi
Triska Fauziah Resmiati. (okky adiana)

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 164 Karangpawulang, Kota Bandung, termasuk sekolah besar dengan lebih dari 35 rombongan belajar. Sekolah dengan grade A dan sebagai sekolah rujukan di ibu kota Jawa Barat.

Tentunya pencapaian itu merupakan kerja keras dan kerja cerdas semua pihak, tak terkecuali ujung tombak dunia pendidikan, sang pahlawan tanpa tanda jasa, sosok pendidik atau guru. Salah satunya adalah Triska Fauziah Resmiati.

Perempuan kelahiran 3 September 1984 ini memantapkan hatinya menjadi seorang guru sekolah dasar favorit di Kota Bandung, setelah sebelumnya bercita-cita menjadi dokter atau ingin sekali menjadi psikolog.

Masa itu, Triska remaja membayangkan dengan menjadi dokter, dia bisa menyembuhkan orang lain dan bermanfaat untuk orang lain. “Asa keren weh (terlihat keren) menjadi dokter. Gagal menjadi dokter, dulu sempat juga ingin menjadi psikolog, namun kandas juga,” ujar Triska mengenang cita-citanya dulu sebelum menjadi guru seperti saat ini.

Sampai pada akhirnya sosok ini mantap memilih guru sebagai profesi. Bahkan di samping mengajar sebagai tugas utamanya di sekolah, Guru Triska juga aktif berkegiatan di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung. Kesungguhannya menggeluti profesi membuahkan hasil, prestasi demi prestasi pun dia raih.

Triska merasakan bahwa menjadi seorang guru adalah suatu keberkahan bagi dirinya. Walaupun mungkin bagi sebagian orang, profesi guru apalagi di tingkat sekolah dasar ada yang masih meremahkan.

"Namun berkat guru SD, saya dapat pengalaman mengajar ke Australia. Ikut pertukaran guru dari Asia Pacific Teacher di Korea. Saya bisa keliling Indonesia untuk melakukan supervisi dan evaluasi pembelajaran," ujar Triska kepada INILAH, Selasa (11/2/2020).

Di Dinas Pendidikan Kota Bandung, Triska ikut berbagi terkait pendidikan dan kurikulum. Contohnya, ada surat edaran dari Menteri Pendidikan, kemudian dia bersama rekan guru yang lain turut menggodok implementasi yang diinginkan oleh pemerintah pusat tersebut.

Terus, sebagai praktisi, seorang guru yang merupakan ujung tombak di lapangan, menjabarkan implementasi tersebut yang selanjutnya dilaksanakan oleh guru-guru yang lain sesuai karakter dan kebutuhan masing-masing sekolah di daerah.

Selain itu, Triska juga terlibatkan dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Kemendikbud, seperti Review Silabus atau Penyusunan Bahan Ajar. Dari aktivitas tersebut, ada pengalaman baru dan hal positif yang bisa diterapkan dalam proses pembelajaran.

Semua itu dilaksanakan oleh Triska dengan satu tujuan, ingin menjalankan tugas pokok fungsi (tupoksi) seorang guru dengan maksimal. Baginya, empat fungsi guru yang harus diaplikasikan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengembangan diri.

Perencanaan kalau gurunya tidak berpengalaman, itu tidak akan matang. Malah, berimbas pada pembelajaran yang kurang optimal. Artinya, menurut Triska, sebagai guru, hal pertama yang harus disiapkan adalah belajar. Terus berproses dalam pembelajaran atau long live education, sesuai dengan tujuan pendidikan di Indonesia.

Dalam proses pembelajaran, Triska dan rekan-rekan guru terus berinovasi, tidak text book. Terus mencoba pengembangan yang bisa dikembangkan, minimal mencari gaya yang pas untuk anak-anak setingkat sekolah dasar.

"Dulu, siswa duduk di kelas dan harus memperhatikan guru. Sekarang tidak bisa begitu, kita tidak bisa menolak perkembangan zaman dan teknologi, misalnya dengan adanya sosial media dan lainnya, sehingga perlu memanfaatkannya secara positif dalam pembelajaran,” kata lulusan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini.

Karangpawulang itu sekolah besar, lebih dari 35 rombel, sekolah grade A satu-satunya sekolah rujukan di Kota Bandung. Artinya, mau tidak mau masyarakat juga punya ekspektasi yang tinggi, tujuan kita untuk memuaskan konsumen dalam pelayanan pendidikan.

"Selain memuaskan anak, juga memuaskan harapan orang tuanya yang notabene mereka juga berpendidikan tinggi dan peduli akan pendidikan anak-anaknya. Itu menjadi tantangan tersendiri bagi guru," kata Triska.

Dia berharap, apa yang dilakukan, sekecil apapun bisa bermanfaat. Pihaknya ingin memberi warna lain terhadap anak-anak.

"Sehingga anak-anak sekolah dasar akan mematrikan nama(guru)-nya sebagai bagian dari hidup mereka. Artinya, guru mengajar bukan hanya mentransfer ilmu, tapi juga membantu mereka menemukan jati diri," pungkas alumni SMAN 14 Bandung ini. (okky adiana)

Prestasi dan Pengembangan Diri:

1. Finalis Guru SD Berprestasi Tingkat Nasional

2. Juara 1 Guru SD Berprestasi Tingkat Jawa Barat

3. Asian Pacific Teacher Exchange Indonesia-Korea, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan APCEIU, Republic of South Korea, Tahun 2017

4. Finalis Olimpiade Guru Nasional (OGN) Tingkat Nasional Perwakilan Jawa Barat, Tahun 2017

5. Tim Pengembang Kurikulum SD Kota Bandung (2014-2017)

6. Tim Penulis Naskah Soal USM SD, Agustus 2016

6. Tim Skoring INAP (Indonesia National Assessment Program) Pusat Penilaian Pendidikan, September 2016

7. Instruktur Nasional Implementasi Kurikulum 2013 Kelas VI SD, Tahun 2015

8. Instruktur Nasional Implementasi Kurikulum 2013 Kelas V SD, Tahun 2014

9. Duta Indonesian BRIDGE Teacher Jawa Barat di Bruny Island District School, Tazmania, Australia (2014 – sekarang)

10. Peserta Workshop International Collaborative Research Between Universitas Langlang Buana dan Kitakyushu University Japan, September 2016

11. Peserta Bimbingan Teknis Instrumen Higher Ordered Thinking Skills Kurikulum 2013 Tingkat Nasional oleh Puspendik (Pusat Penilaian Pendidikan) untuk Guru Sekolah Dasar Pembina di Yogyakarta, Desember 2015

12. Pelatihan Guru Profesional Tingkat Nasional Bersama Djarum Fondation di Kudus, Jawa Tengah, 2015

13. Pelatihan Guru Profesional Tingkat Kota Bandung Bersama Sampoerna Putra Fondation, 2014

14. “Training Course on Inquiry-based Science Learning Empowerment for Primary School Teachers”  Tingkat ASEAN yang Diselenggarakan SEAMEO Regional Centre for Quality Improvement of Teachers and Education Personal (QITEP) in Science di Marbella Suites Hotel Bandung, 2014

15. Professional Teaching Training for Indonesian – Australian BRIDGE Teacher, Melbourne, Australia, 2014.