Tata Aset, Pemkot dan DJKN Akan Kolaborasi

Tata Aset, Pemkot dan DJKN Akan Kolaborasi
istimewa

INILAH, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Jawa Barat untuk membenahi aset. Termasuk mengelola lelang aset-aset milik pemerintah kota.

Dikatakan Wali Kota Bandung Oded M Danial, pemerintah kota di waktu sebelumnya pun telah melakukan kerjasama. Satu diantaranya adalah melakukan lelang kendaraan roda empat yang tentunya sudah tidak terpakai.

“Itu sudah berjalan sebelumnya. Sekarang hanya memperat silaturahmi dengan Kanwil yang baru Tavianto Noegroho,” kata Oded.

Menurut dia, kolaborasi dengan DJKN Jabar merupakan upaya menata aset. Dia mendorong Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Kota Bandung untuk menata aset sampai tingkat sertifikasi.

"Nantinya ada peningkatan kompetensi di Kota Bandung, khususnya di BPKA agar ada pelatihan-pelatihan. Terutama penilaian aset," ucapnya.

Sementara itu, Kepala BPKA Kota Bandung Dadang Supriatna mengatakan, dalam proses penataan aset, pihaknya masih memiliki beberapa kendala dengan jumlah aset yang ada dan masih bergantung dengan pihak lain.

"Ada beberapa permasalahan, pertama untuk sertifikasi. Kita bekerja sama dengan BPN (Badan Pertanahan nasional). Kedua, seperti melelangkan aset kita sebelumnya sudah pernah beberapa kali bekerja sama dengan DJKN," kata Dadang.

Ke depan ditambahkan dia, pihaknya menginginkan adanya pelatihan terkait ‘appraisal’ di Pemkot Bandung. Sehingga nantinya tidak akan lagi tergantung ke pihak lain hanya untuk menilai aset.

Di lain sisi, Kepala Kantor Wilayah DJKN Jawa Barat Tavianto Noegroho mengaku siap bersinergi dengan Pemkot Bandung berkaitan dengan pengelolaan aset dan kerja sama dengan operasional DJKN. Hal itu bisa dilakukan melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

"Kami siap membantu menjembatani hal tersebut. Kerja sama ini pun konteks tertentu bisa tanpa biaya. Seperti pelatihan di DKJN atau di Pemkot Bandung. Hal lainnya kami pun siap membantu untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Pemkot Bandung,” kata Tavianto. (yogo triastopo)