Dibuka untuk Umum, Pekan Pertama 5.000 Pengunjung Sambangi Gedung Sate

Dibuka untuk Umum, Pekan Pertama 5.000 Pengunjung Sambangi Gedung Sate
Masyarakat tumpah ruah di Gedung Sate. (rianto nurdiansyah)

INILAH, Bandung - Masyarakat tumpah ruah di Gedung Sate Kota Bandung pada Sabtu (15/2) dan Minggu (16/2). Beberapa di antaranya baru kali pertama menginjakkan kaki di Kantor Pemprov Jabar ini.

Tak terkecuali Ramdani (34) yang datang bersama sang Anak Rey Gibran Ramdan (11). Keduanya mengaku antusias dengan dibukanya gedung yang dibangun pada 1920 ini untuk umum .

"Biasanya sih kalau ke sini cuma bisa di luarnya saja. Tapi kalau sekarang bisa masuk ke dalam ya, kita jadi tahu dalamnya seperti apa," ujar Ramdani, Minggu (16/2/2020).

Warga Jalan Pagarsih, Kota Bandung ini menilai dengan dibukanya Gedung Sate tentunya akan menguntungkan masyarakat. Khususnya para orang tua yang hendak mengajak anak-anaknya pergi ke tempat wisata yang hemat biaya. "Kalau ke sini kan gratis. Paling kalau ke Museum saja yang bayar," ungkapnya. 

Ke depan, setiap Sabtu dan Minggu masyarakat boleh menjelajahi taman depan, interior, taman belakang hingga museum Gedung Sate.

Sementara itu, Kasubbag Urusan Dalam Biro Umum Setda Pemprov Jabar, Ervin Yanuardi Effendi mengatakan, momen dibukanya Gedung Sate untuk umum ini memang memancing animo besar. Pada pekan pertama saja ditaksir ada 5.000 pengunjung yang hadir.  "Tapi kalau yang masuk area tour Gedung Sate sekitar 1.500 pengunjung," ujar Ervin.

Ervin mengatakan, tujuan membuka untuk umum ini lantaran menginginkan Gedung Sate menjadi tujuan wisata unggulan di Jabar. Bahkan,  Gubernur Jabar Ridwan Kamil sendiri, katanya, menargetkan kunjungan ke Gedung Sate mencapai 100 ribu orang per tahun.

"Gubernur juga sudah mencanangkan dengan dibukanya taman depan dan taman belakang, Gedung Sate sebagai kawasan wisata. Kita ada pagelaran seni juga untuk hari Sabtu, ada pameran seni dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar untuk hari Minggunya," katanya.

Ervin melanjutkan, Biro Umum sudah menyiapkan tiga tour guide untuk mendampingi pengunjung. Mengingat, saat ini bukan hanya museum yang dapat diakses oleh masyarakat di Gedung Sate.

"Museum kalau dulu jadi pusat kunjungan, sekarang sudah di depan dari Gedung Sate sampai taman belakang bisa dijelajahi. Ini gratis, kecuali masuk museum Rp 5.000,"  katanya.

Gedung Sate ini dibuka untuk umum setiap Sabtu pukul 15.00-16.00 dan Minggu pada pukul 08.00-09.00. Pihaknya mencanangkan bahwa Gedung Sate akan menjadi pusat wisata yang menyenangkan yang nyaman.

"Ini harus didukung oleh masyarakat bahwa masyarakat harus menjaga keamanan di Gedung Sate, ketertiban. Saya menjamin ketika masyarakat masuk ke Gedung Sate, masyarakat akan disuguhkan oleh kenyamanan yang kita sediakan mulai dari keramahan dan kita jaga kebersihannya," katanya.

Agar masyarakat lebih merasa nyaman, pihaknya pun menyiapkan fasilitas lain dan pendukung seperti toilet portabel dan tempat duduk pengunjung.

"Memang sejam itu kita arahkan. Tapi kalau realita di lapangannya ya sampai sore komunitas masih ada kegiatan ya kita ada wadah itu. Untuk ruang-ruang kerja kita amankan juga karena suka ada yang masih kerja saat akhir pekan," pungkas dia. (rianto nurdiansyah)