Wakaf Salman ITB Danai Pembangunan Asrama Putri

Wakaf Salman ITB Danai Pembangunan Asrama Putri
Ilustrasi (okky adiana)

INILAH, Bandung - Wakaf Salman Institut Teknologi Bandung (ITB) mengelola dan menyalurkan dana wakaf yang dihimpun dengan membangun Gedung Asrama Putri untuk siswi pesantren yatim piatu dan bekerja sama dengan Yayasan Grha Asuh Jabal 165 untuk program Wakaf Pendidikan di wilayah Jalan Waruga Jaya Gang, Dipalaya IV No. 4, Kecamatan Parongpong, Ciwaruga, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (15/2/2020).

Yayasan yang sudah berdiri sejak tahun 2007 ini berusaha memenuhi kebutuhan anak-anak asuh yatim piatu dan duafa yang di Jawa Barat.

Direktur Wakaf Salman ITB M Khirzan Nazar Noe'man mengatakan, tahun 2020 ini Wakaf Salman ITB memiliki program pembangunan di bidang pendidikan bernama Wakaf Pendidikan 4in1.

Program ini bermaksud memberikan kemudahan bagi para wakif/donatur, 1 (satu) kali berwakaf mendapatkan 4 (empat) kebaikan. Paket wakaf program pendidikan ada 4 (empat), yaitu Program Wakaf Jabal 165, Program Wakaf Kompleks Pendidikan Khairina, Program Wakaf Sekolah Tugu Alam dan Program Wakaf Kampung Ilmu.

"Jabal 165 sebagai salah satu program pendidikan yang diusung Wakaf Salman ITB telah memberdayakan sekitar 58 anak asuh ikhwan maupun akhwat berusia mulai dari 11 sampai 23 tahun," ujar M Khirzan.

Dia menambahkan, kebutuhan untuk mendapatkan asrama yang layak untuk anak asuh menjadi hal yang utama, di sini Wakaf Salman ITB hadir dalam memenuhi kebutuhan sarana prasarana, tahap pertama dalam kontribusi Wakaf Salman ITB adalah dengan renovasi gedung asrama putri yang sekarang ditinggali agar lebih layak bagi anak-anak beraktivitas.

"Pembangunan gedung 3 lantai ini membutuhkan dana sebesar kurang lebih 400 juta rupiah. Wakaf Salman ITB berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan pembangunan gedung tersebut di sepanjang tahun 2020," tuturnya.

Dia berharap, Wakaf Salman ITB juga terus berinovasi memberikan layanan kemudahan bagi masyarakat yang ingin ikut berkontribusi dalam Program Wakaf Pendidikan 4in1.

Ketua Umum Yayasan Grha Asuh Jabal 165 Irene Widyati menambahkan, selain dididik menjadi hafiz dan hafizah mempelajari agama Islam, dan nahwu shorof, mereka juga bersekolah formal di area sekitar Yayasan dari mulai SD sampai Kuliah.

"Pendampingan dari kecil sampai jenjang perkuliahan sehingga ke depannya diharap anak-anak bisa berdaya dan menanggung hidup mereka sendiri menjadikan salah satu keunggulan dari yayasan ini,” pungkas Irene. (okky adiana)