Sasar Pasar Milenial, BTN Lengkapi Layanan Digital 

Sasar Pasar Milenial, BTN Lengkapi Layanan Digital 
Foto: Doni Ramdhani

INILAH, Bandung - I Nina Kusendang (39) kini bisa bernapas lega. Pasalnya, impian memiliki rumah pribadi kini bisa terwujud. Ibu rumah tangga itu mengaku, bertahun-tahun dia hanya mampu bermimpi kapan punya rumah sendiri.

Akhir Januari lalu, dia bersama suami dipanggil ke kantor Bank Tabungan Negara (BTN) di Cimahi untuk akad kredit. Sebelumnya, dia diberitahu developer yang menyebutkan lembaga perbankan pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi itu mengabulkan pengajuan cicilan rumah.

“Mendengar kabar dari developer bahwa kredit saya di-ACC, saya bahagia banget. Akhirnya, mimpi untuk bisa punya rumah sendiri terwujud, Alhamdulillah,” kata Nina, belum lama ini.

Dia merinci, rumah yang diincar berada di perumahaan Bukit Arjasari Indah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Terkait developer, dia mangaku hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) itu dikembangkan PT Lot Tujuh Andalan.

Nina menuturkan, kini segala hal mengenai KPR bisa diakses melalui internet. Dia pun bisa meyakini PT Lot Tujuh Andalan itu bukan developer abal-abal. Hal itu bisa dicek langsung di aplikasi Sistem Registrasi Pengembang (Sireng). Di aplikasi buatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu jelas tertera pengembang mana saja yang melakukan pembangunan perumahan bersubsidi.

“Dilihat di situsnya, aplikasi Sireng itu ternyata dikelola PPDPP (Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan) yang merupakan satuan kerja Kementerian PUPR. Disebutkan, tugas utama PPDPP itu menyalurkan dan mengelola dana investasi pemerintah untuk pembiayaan perumahan bagi rakyat,” jelas ibu dari dua anak itu.

Tak hanya itu, Nina menuturkan PPDPP pun mengeluarkan aplikasi lain. Aplikasi yang dinamakan Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep). Disebutkan, SiKasep itu ditujukan untuk mempermudah MBR mencari dan menentukan rumah bersubsidi sesuai dengan yang diharapkan.

“Tentang aplikasi SiKasep ini juga, saya diberitahu developer (PT Lot Tujuh Andalan) untuk mengunduhnya terlebih dahulu sebelum KPR di-ACC," tambahnya.

Terkait BTN yang dipilih untuk pengajuan KPR, dia mengaku itu tak lepas dari kredibilitas bank pelat merah tersebut. Selama ini, diakuinya BTN identik dengan KPR.

Dari informasi yang dihimpun, aplikasi SiKasep dibuat PPDPP untuk meningkatkan kinerja penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) khusus rumah bersubsidi. Direktur Utama PPDPP Kementerian PUPR Arief Sabaruddin mengatakan, aplikasi itu diharapkan dapat mendorong kinerja PPDPP dalam menyalurkan FLPP secara lebih cepat, tepat, dan akuntabel. 

Arief menjelaskan, aplikasi itu pun mendukung program pemerintah untuk menyelenggarakan pembiayaan perumahan yang efektif dan efisien. Selain itu, SiKasep juga membantu untuk memperhatikan bangunan rumah bersubsidi dengan mengoptimalisasi fungsi informasi dan teknologi.

Sementara itu, pada 2020 ini BTN memiliki berbagai langkah strategis untuk menggaet generasi milenial. Perseroan mengincar dapat menyediakan rumah bagi milenial sekaligus sebagai rumah para kaum muda tersebut untuk menyimpan dana, hingga melakukan berbagai transaksi.

Direktur Utama BTN Pahala N Mansury menyebutkan, pihaknya memiliki strategi yang disiapkan perseroan untuk mencapai target tersebut. Strategi pertama yang akan dilakukan yakni meningkatkan berbagai lini digital perseroan.

Pada 2020, perseroan juga akan menerapkan bisnis model yang baru yang lebih berfokus pada ritel serta wholesale funding. Aksi tersebut dilakukan untuk mengurangi biaya dana sehingga meningkatkan profitabilitas perseroan.

Pahala memahami, generasi milenial relatif dekat dengan teknologi dan layanan internet. Untuk itu, satu strategi yang dilakukan perseroan yakni meluncurkan aplikasi BTN Properti Mobile versi Android. Melalui aplikasi anyar tersebut, generasi milenial dapat mengajukan KPR lewat ponsel Android mereka.

Untuk menggarap pasar milenial, BTN juga memiliki berbagai produk dan layanan perbankan berbasis teknologi seperti mobile banking dan internet banking. Perseroan juga menjadi bagian dari LinkAja untuk mempermudah transaksi menggunakan uang elektronik di ponsel. 

Hingga akhir November 2019, BTN mencatatkan penyaluran KPR secara keseluruhan mencapai Rp190,15 triliun. Capaian itu meningkat 11,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp171 triliun.

Sebelumnya, guna menyasar pasar milenial tersebut BTN meluncurkan program istimewa. Dengan mengandalkan produk kredit pemilikan rumah (KPR) Gaes!, lembaga perbankan ini membantu anak muda yang ingin memiliki rumah idaman. (doni ramdhani)