Pemain Asing Persik Ikut Melayat Wafatnya Wakil Wali Kota Kediri

Pemain Asing Persik Ikut Melayat Wafatnya Wakil Wali Kota Kediri
Ilustrasi (Antara)

INILAH, Kediri - Pemain asing Persik, Ante Bakmaz serta sejumlah pemain lain dan manajemen Persik Kediri, Jawa Timur, ikut melayat ke rumah duka, setelah wafatnya Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah.

Sekretaris Persik Kediri Arief Priyono mengemukakan awalnya Ante Bakmaz segan hadir untuk memberikan penghormatan terakhir karena merasa dirinya bukan seorang Muslim.

"Saya jelaskan bahwa di Indonesia toleransi beragama dijunjung tinggi, sehingga Ante Bakmaz pun mengerti. Dia senang bisa datang ke rumah duka. Tadi dengan saya," kata Arief di Kediri, Minggu.

Arif juga menambahkan, saat hendak masuk ke dalam rumah duka, Ante Bakmaz juga sempat ragu, karena rumah duka juga merupakan pondok pesantren. Ante juga sempat bertanya pada dirinya, apakah diizinkan masuk ke dalam pondok.

"Dia tanya apa boleh masuk ke pondok, karena dia bukan Muslim. Tapi, saya sudah jelaskan bahwa toleransi beragama sangat dijunjung tinggi. Jadi, dia merasa nyaman duduk bersama dengan tamu lainnya," ujar Arief.

Ia juga mengerti Ante Bakmaz merasa ragu ketika menghadiri acara seperti ini. Hal ini juga pengalaman baru baginya setelah tinggal di Kediri, bergabung dengan Persik yang berlaga di Liga 1/2020.

"Bakmaz baru pertama kali ikut prosesi seperti ini. Jadi wajar bila di benaknya banyak tanda tanya. Tapi dia mengaku dapat pengalaman sangat berkesan soal beragama dan budaya di Indonesia," kata Arief.

Arief menambahkan, segenap jajaran manajemen Persik Kediri turut mengucapkan duka cita atas wafatnya Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah. Sosok Lilik merupakan panutan dan pemimpin yang baik.

"Segenap manajemen dan pemain Persik Kediri menyampaikan bela sungkawa dengan takziah di rumah duka di Ponpes Al Islah Kota Kediri," kata dia.

Untuk saat, lanjut dia, para pemain masih diliburkan setelah menjalani Piala Gubernur Jatim di Bangkalan, Madura, sehingga hanya ada beberapa pemain yang mewakili tim bertakziah, satu di antaranya adalah pemain asing, Ante Bakmaz.

Pemakaman Lilik yang akrab disapa Ning Lik dihadiri ribuan orang dari berbagai daerah. Selain itu, sejumlah pejabat juga hadir, seperti Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Bupati Jombang Mundjidah Wahab, Pelaksana Tugas Wali Kota Blitar Santoso, Forkopimda Kota Kediri dan sejumlah pejabat lainnya.

Selain itu, para ulama dari Kediri juga hadir serta. Ribuan orang juga turut mengantarkan Ning Lik ke peristirahatannya yang terakhir. Ia dimakamkan di pemakaman keluarga, Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, tak jauh dari lokasi rumah.

Keluarga juga sangat berduka dengan wafatnya Ning Lik. Namun, mereka berusaha untuk sabar.

Lilik Muhibbah tutup usia setelah sebelumnya dirawat di rumah sakit karena sakit yang dideritanya. Ia sebelumnya mengeluh sakit dan RSUD Gambiran Kota Kediri, pada Sabtu (15/2) dini hari. Namun, kondisi kesehatan belum membaik. Akhirnya, pukul 13.00 WIB dirujuk ke RS Dr. Soetomo Surabaya. Dan, pukul 16.03 WIB ia meninggal dunia.

Almarhumah Lilik Muhibbah dilahirkan 9 April 1962 dan menjabat sebagai Wakil Wali Kota Kediri terpilih sebanyak dua kali. Periode pertama tahun 2014 sampai dengan 2019. Sedangkan periode kedua 2019 sampai dengan 2024, sehingga ketika wafat, almarhumah masih menjabat di tahun pertama pada periode kedua kepemimpiannya dengan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. (antara)