BJB Bidik CASA 50 Persen

BJB Bidik CASA 50 Persen
Foto: Syamsuddin Nasoetion

INILAH, Bandung - Tahun ini, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) melakukan penetrasi pasar. Untuk itu, BJB meluncurkan aplikasi mobile yang relatif user friendly.

Direktur Utama BJB Yuddy Renaldi mengatakan, aplikasi tersebut mendapatkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Intinya, aplikasi tersebut diciptakan agar setiap transasksi nontunai lebih baik.

“BJB mobile ini sebagai peningkatan kapastitan digital banking kita. Diharapkan, dengan pengendapan dana murah atau cost of fund jadi lebih murah itu akan meningkatkan CASA (current account saving account) ratio hingga 49-50%,” kata Yuddy saat gelaran BJB Cinta Guru di Bandung, akhir pekan lalu.

Menurutnya, sejauh ini CASA ratio BJB masih berada di kisaran 45-47%. Semakin besar komposisi CASA itu diakuinya semakin besar pula potensi laba yang dapat diperoleh dari penyaluran kredit.

Direktur IT, Treasury dan International Banking BJB Rio Lanasier menyebutkan, aplikasi mobile terbaru itu merupakan bagian dari perjalanan digital BJB. Terkait penggunaan, dia mengaku lebih ramah bagi si pemakai dan kini murni berbasis aplikasi. Sebelumnya, digital banking yang dimiliki hanya berbasis SMS.

“Aplikasi ini juga bagian rencana omni channel kita. Nantinya, dalam waktu dekat kita akan upload QRIS (Quick Response Indonesia Standard) untuk mempermudah konsumen bertansaksi,” ucapnya. 

Rio menuturkan, layanan BJB Mobile ini didesain dengan konsep millenial serta mempunyai tampilan yang menarik dan user friendly. Artinya, aplikasi ini memudahkan nasabah untuk bertransaksi dimana pun dan kapanp un hanya dengan menggunakan smartphone. 

Fitur yang dapat dimanfaatkan dalam layanan ini di antaranya transfer ke sesama BJB, transfer ke bank lain, pembayaran tagihan pajak, retribusi atau tagihan lainnya, pembelian pulsa, dan top up e-money. Untuk tahap selanjutnya BJB mengembangkan fitur pembayaran di setiap merchant dengan metode QRIS.

“Dengan layanan mobile ini BJB menjawab tantangan industri digital dan mendukung gerakan nontunai yang dicanangkan pemerintah untuk memudahkan transaksi nasabah,” tambahnya.

Sementara itu, terkait program BJB Cinta Guru itu merupakan bentuk penghargaan BJB yang bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mendukung kesejahteraan para guru dalam hal penyaluran dana tunjangan profesi guru, tunjangan fungsional, tunjangan khusus, dan tunjangan kualifikasi. 

Pada 2020 ini, BJB mendapatkan alokasi dana senilai Rp8,4 triliun. Penyaluran tersebut merupakan komitmen BJB dalam meningkatkan keberadaan profesi guru se-Jabar dan Banten. Selain itu, BJB juga bekerjasama dengan Kemendikbud untuk penyaluran dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk tingkat SD dan SMP se-Jabar dan Banten dengan total dana yang disalurkan sebesar Rp5,4 triliun.

“Sebagai mitra utama pemerintah, sudah sepatutnya BJB memberi dukungan penuh terhadap berbagai inisiatif dalam memajukan kehidupan bangsa. BJB meyakini, jalan emas menuju terang-benderangnya masa depan bangsa Indonesia hanya dapat ditopang kehadiran sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas. Dalam setiap langkahnya, BJB selalu hadir dan konsisten memberikan kontribusi terbaik,” jelas Yuddy.