Sekda Jabar: Silakan Gedung Sate untuk Latihan Pencak Silat

Sekda Jabar: Silakan Gedung Sate untuk Latihan Pencak Silat
Sekda Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja bersama Ketum IPSI Jabar Phinera Wijaya di halaman Gedung Sate. (istimewa)

INILAH, Bandung - Gedung Sate merupakan destinasi tujuan wisata milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Di kantor Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar ini, warga dipersilakan melihat dan menikmati keindahan bangunan bersejarah kebanggaan masyarakat Jawa Barat, terlebih digunakan untuk kegiatan budaya.

Untuk itu, bagi masyarakat dipersilakan setiap akhir pekan, Sabtu dan Minggu untuk mengisi kegiatan kreasi dan budaya di halaman Gedung Sate. Apalagi pasca-direnovasi oleh Gubernur beberapa waktu lalu, terbuka untuk umum.

Seperti halnya, latihan bersama pencak silat yang sedang dilakukan sekarang ini, kami sangat apresiasi. Justru Pemerintah Provinsi Jawa Barat sangat mendukung pelaksanaan kegiatannya.

Hal itu diungkapkan, Sekda Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja usai memberikan sambutan latihan bersama senam silat di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Minggu (16/2/2020).

Iwan --panggilan Setiawan Wangsaatmaja-- mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan latihan bersama pencak silat yang dilakukan Pengprov IPSI dan PPSI Jawa Barat.

“Ini bukti sinergitas pencak silat yang lebih mementingkan budaya, silakan berlatih di sini dan berkreasi. Isi dengan kegiatan budaya yang bersifat edukatif,” katanya.

Lebih lanjut, dia meminta kepada seluruh masyarakat Jawa Barat untuk ikut berperan serta melestarikan budaya pencak silat, apalagi pencak silat ditetapkan sebagai Intangible Cultural Heritage oleh UNESCO bulan Desember 2019 lalu.

”Kita harus bangga, pencak silat menjadi warisan harta tak benda ke-14 Bangsa Indonesia, untuk itu silakan padepokan silat menggunakan area Gedung Sate untuk latihan, sekali lagi manfaatkan,” tandas Iwan mantan atlet softball era tahun 1980-an.

Di tempat terpisah, Ketum IPSI Jabar Phinera Wijaya mengatakan, pihaknya mengaku sangat bersyukur pencak silat dapat diterima di birokrasi dan masyarakat. ”Kita patut berbangga, pemerintah telah mengakomodir. Tinggal bagaimana kita bisa menyikapi untuk membangun prestasi sehingga pencak silat mendapat empati dari masyarakat dan tetap bisa meraih juara umum pada PON XX/2020 mendatang,” tuturnya.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Umum dan Sekum Pengprov IPSI Jawa Barat, Ketua, dan Sekretaris PPSI Jawa Barat. Serta Kabid Kebudayaan (Disparbud) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat. (sur)