Dibui 22 Hari, Rangga Sasana Keukeuh Tentang Kebenaran Sunda Empire

Dibui 22 Hari, Rangga Sasana Keukeuh Tentang Kebenaran Sunda Empire
Rangga Sasana dan Kuasa Hukumnya Misbahul Huda. (Istimewa)

INILAH, Bandung - Setelah ditahan selama 22 hari di Mapolda Jabar, Sekretaris Jenderal Sunda Empire Ki Ageng Raden Rangga Sasana masih keukeuh dengan pemikirannya tentang kelompok Sunda Empire.

Hal itu disampaikan, Kuasa Hukum Sekretaris Jenderal Sunda Empire Ki Ageng Raden Rangga Sasana, Misbahul Huda, saat ditemui di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-hatta, Kota Bandung, Selasa (18/2/2020).

"Pa rangga masih dengan pendiriannya yang dulu, masih sama," ucap Huda.

Lebih lanjut, Huda juga menyampaikan, bahwasannya kondisi kesehatan dari kliennya itu baik-baik saja. Rangga Sasana juga ditempatkan dalam satu sel yang sama dengan rekannya sesama Sunda Empire Nasri Bank.

"Alhamdulilah kesehatannya baik, ibadah juga tidak terganggu," pungkasnya.

Perlu diketahui sebelumnya, pengusutan kasus Sunda Empire diawali dari adanya laporan dari budayawan yang merupakan Ketua Majelis Adat Sunda, Ari Mulia. Sejumlah saksi ahli dari budayawan dan sejarawan juga dilibatkan dalam pemeriksaan terhadap kelompok Sunda Empire. 

Akhirnya polisi menetapkan tiga orang tersangka diantaranya Nasri Bank sebagai Perdana Menteri, Raden Ratna Ningrum sebagai Kaisar, dan Ki Ageng Raden Rangga Sasana sebagai Sekretaris Jenderal Sunda Empire. Ketiganya pun ditahan di rutan Mapolda Jabar terhitung tanggal 28 Januari 2020.

Adapun sejumlah barang bukti satu lembar sisilah kerajaan Sunda Empire, surat pernyataan Sunda Empire, selembar pengambilan sumpah Sunda Empire, selembar bukti deposito bank DBS, dan selembar setoran tunai bank.

Polisi pun menjerat ketiganya dengan Pasal 14 dan atau 15 undang-undang RI No. 1 tahun 1946, dengan ancaman hukuman setinggi-tingginya 10 tahun. (Ridwan Abdul Malik)

 

Keterangan Foto : Rangga Sasana dan Kuasa Hukumnya Misbahul Huda (Istimewa)