Jadi Kurir Ganja, Buruh Asal Indramayu Dituntut 14 Tahun Penjara

Jadi Kurir Ganja, Buruh Asal Indramayu Dituntut 14 Tahun Penjara

INILAH, Bandung- Jadi kurir ganja di bawah satu kilogram atau 761 gram, seorang buruh lulusan SD asal Indramayu Denis Laode Kei dituntut hukuman penjara 14 tahun, denda Rp 1 miliar, subsidair kurungan enam bulan. 

Hal itu terungkap dalam sidang tuntutan kasus dugaan kepemilikan ganja seberat 761 gram, di Pengadilan Negeri PN Klas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa (18/2/2020). 

Dalam amar tuntutannya, JPU Kejati Jabar Tedy Setiawan menyatakan terdakwa dengan sengaja tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan 1 dalam bentuk tanaman berupa ganja, sebagaimana diatur dalam dakwaan pasal 114 ayat (1) Undang-undang Narkotika. 

"Menjatuhkan pidana penjara selama 14 tahun dikurangi masa penahanan, dan memerintahkan terdakwa agar tetap ditahan," katanya. 

Selain itu, terhadap terdakwa juga diharuskan membayar denda Rp 1 miliar, atau diganti kurungan penjara selama enam bulan.  Sementara barang bukti seberat 761 gram dan sebuah tas hitam disita untuk dimusnahkan. 

Untuk hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah yang tengah gencar memberantas narkotika. Yang meringankan terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya, belum pernah dihukum dan memiliki tanggungan keluarga. 

Dalam uraiannya, JPU menyebutkan perbuatan terdakwa berawal saat dihubungi Wawan alias Engkong (DPO) untuk mengambil narkotika dan menemui Bos Depok (DPO) di Jalan Proklamasi Depok sekitar Agustus 2019. 

Setelah menemui Bos Depok, terdakwa diberikan bungkusan dalam kresek putih dan lalu dimasukan ke dalam tasnya. Setiba di rumah, terdakwa membuka bungkusan tersebut dan ternyata berisi beberapa paket ganja. 

"Terdakwa dijanjikan oleh Wawan alias Engkong untuk mengambil dan mengantar ganja tersebut Rp 1 juta," katanya. 

Namu , lanjutnya, sebelum ganja itu berhasil diberikan kepada Engkong terdakwa langsung ditangkap oleh anggota Dit Res Narkoba Polda Jabar sehari sesudah paket tersebut diambilnya.