Warga Kabupaten Bandung Pusing, Banjir Cepat Datang tapi Cepat surut

Warga Kabupaten Bandung Pusing, Banjir Cepat Datang tapi Cepat surut
Foto: Dani R Nugraha

INILAH,Bandung- Banjir luapan Citarum sejak Sabtu (15/2/2020) lalu tak kunjung usai. Namun menariknya musim banjir tahun ini berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, yakni cepat datang dan cepat surut.

Didah (50) salah seorang warga Kampung Andir Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah, mengatakan, banjir yang kembali terjadi sejak Sabtu hingga saat ini masih belum usai. Namun bedanya, musim banjir tahun ini datang lebih sering tapi surut lebih cepat.

Soal penyebabnya, Didah dan warga lainnya tak mengetahui secara pasti. Mereka hanya menduga duga banjir cepat surut karena adanya terowongam air di Curug Jompong serta upaya normalisasi yang selama ini dilakukan oleh pemerintah.

"Kalau dulu banjir itu genangannya bisa berminggu minggu bahkan sampai tiga bulan. Nah kalau sekarang banjirnya cepat datang tapi cepat juga surut, tapi justru malah bikin repot karena kita sudah bersih bersih rumah bekas banjir semalam, eh sorenya banjir lagi. Dan ini terus sejak musim hujan tahun ini," kata Didah, Selasa (18/2/2020).

Dikatakan Didah, saat ini genangan air di rumahnya kurang lebih 80 sentimeter. Ketinggian air ini sebenarnya telah surut ketimbang tadi malam yang mencapai 1,5 meter. Diperkirakan jika hujan deras tak lagi turun sisa genangan air akan segera surut. Namun meskipun surut ia dan warga lainnya tidak akan membersihkan rumah hingga dipastikan banjir tak akan datang lagi.

"Untuk sekarang kami lebih baik tetap dipengungsian. Karena kalaupun sekarang banjir surut dan kami pulang, biasanya tak lama berselang banjir datang kembali. Yah seperti isi ulang saja ini pemukiman kami disaat musim hujan mah," ujarnya. 

Berdasarkan pantauan lapangan, genangan banjir setinggi 80 sentimeter masih terlihat di Jalan Raya Andir Baleendah -Katapang, tepatnya di Kampung Jambatan Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah. Kondisi serupa juga terlihat di Jalan Raya Anggadireja Baleendah-Dayeuhkolot, genangan air sekitar 30 sentimeter masih terlihat.

Genangan air dari luapan Citarum juga terlihat di Kampung Bojongasih Desa/Kecamatan Dayeuhkolot. Di tempat ini, warga masih berjibaku dengan air yang menggenangi rumah mereka setinggi kurang lebih 1 meter. Sebagian besar warga di Kampung Bojongasih berada pengungsian. Sedangkan sisanya bertahan di rumah masing masing.

"Genangan air itu cepat surut, tapi cepat datang kembali. Ini berbeda dengan musim hujan beberapa tahun sebelumnya," kata Atep Muhyidin (41) salah seorang warga Kampung Bojongasih.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, jumlah rumah yang terendam di Kecamatan Dayeuhkolot  yakni sebanyak 2.593 rumah, 8 tempat ibadah dan 2 sekolah. Tinggi Mata Air (TMA) rata rata 10 hingga 150 sentimeter. Jumlah pengungsi sebanyak 71 Kepala Keluarga (KK) dibeberapa tempat pengungsian. 

Kemudian di Kecamatan Baleendah, jumlah rumah yang terendam sebanyak 10.800 rumah, 67 rumah ibadah dan 45 sekolah. Dan jumlah pengungsi sebanyak 69 KK. Genangan air di Baleendah ini antara 20 hingga 170 sentimeter. Sedankan di Kecamatan Bojongsoang, jumlah rumah terendam banjir sebanyak 450 rumah dengan Tinggi Mata Air (TMA) 10 hingga 90 sentimeter. (rd dani r nugraha).