Desa Cileuksa Diusulkan Jadi Lokasi TMMD

Desa Cileuksa Diusulkan Jadi Lokasi TMMD
(Foto: Reza Zurifwan)

INILAH, Sukajaya - Paling terdampak bencama alam banjir bandang dan longsor pada Rabu (1/1/2020) lalu, Camat Sukajaya Hidayat mengusulkan Desa Cileuksa menjadi lokasi sasaran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

"Saya mengusulkan Desa Cileuksa menjadi lokasi sasaran program TMMD tahun 2020 ini karena desa paling terdampak bencana alam banjir bandang dan longsor di awal tahun 2020 lalu," ucap Hidayat kepada wartawan, Rabu (19/2).

Mantan Camat Cijeruk ini menambahkan selain menyambungkan akses jalan ke Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Progran TMMD juga diharapkan juga membangun kembali jaringan listrik di desa tersebut.

"Saat ini di Desa Cileuksa akses jalan menuju Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, jaringan listrik dan sinyal handphone terputus hingga sangat tepat apabila pemulihan bencana alam disana dibantu oleh pihak TNI atau dalam hal ini Kodim 0621 maupun Korem 061 Surya Kencana. Mudah - mudahan usulan ini disetujui," tambahnya.

Bupati Bogor Ade Yasin saat meresmikan gedung baru Markas Kodim 0621 Kabupaten Bogor mengatakan tahun 2020 ini Kecamatan Sukajaya dipilih oleh Pemkab Bogor menjadi lokasi sasaran program TMMD.

"Dengan menjadi lokasi sasaran TMMD, saya berharap Kecamatan Sukajaya bisa segera pulih pasca menjadi wilayah terdampak bencana alam banjir bandang dan longsor. Dengan adanya program TMMD tentunya kami berkeinginan tidak ada lagi desa yang terisolir ataupun tettinggal," kata Ade.

Ibu dua orang anak ini menuturkan selain membangun akses insfrastruktur jalan, ia berharap program TMMD juga membangun jembatan penghubung terutama yang awalnya merupakan jembatan rawayan.

"Selain membangun akses insfrastruktur  jalan, secara bertahap Pemkab Bogor bekerjasama dengan Kodim 0621 dan Korem 061 Surya Kencana juga berharap bisa membangun insfrastruktur irigasi dan juga jembatan, ada sekitar 700an jembatan rawayan yang harus ditingkatkan menjadi jembatan beton," tuturnya.

Ade melanjutkan dengan adanya program TMMD atau Bakti Siliwangi Satata Sariksa, anggaran untuk pembangunan insfrastruktur juga lebih murah jika dibandingkan dengan program reguler yaitu melalui proses lelang.

"Pembangunan akses insfrastruktur yang menggunakan program reguker itu lebih mahal sementara jika dilaksanakan dengan program TMMD dan Bakti Siliwangi Satata Sariksa itu anggarannya lebih irit 50 persen, kita bukan mau mengirit tetapi ini memang kenyataan," lanjut Ade. (Reza Zurifwan)