Sawit ‘Pensiun Dini’ Demi Korban Bencana

Sawit ‘Pensiun Dini’ Demi Korban Bencana
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Ribuan pohon sawit di lahan PT Perkebunan Nusantara VIII Cikasungka, di atas lahan seluas 28,5 hektare akan 'dipensiunkan dini'. Selanjutnya, di sana dibangun 1.500an unit hunian tetap.

“Untuk membangun hunian tetap para pengungsi di Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg serta Desa Pasir Madang, Desa Cisarua dan Desa Cileuksa, Sukajaya, Pemkab Bogor akan memotong pohon sawit di lahan seluas 28,5 hektare milik PT  Perkebunan Nusantara VIII Cikasungka,” ujar Bupati Bogor Ade Yasin kepada wartawan, Rabu (19/2/2020).

Politisi PPP ini menerangkan dana pemangkasan pohon sawit ini diambil dari bantuan uang dari Korpri Kabupaten Bogor. Hal ini dilakukan karena pagu anggarannya tidak ada di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tingkat II.

“Saya sudah berbicara dengan Ketua Korpri Kabupaten Bogor yang juga Kepala Badan Perencana Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Syarifah Sopiah Deikorawati bahwa sumbangan uang Korpri untuk para korban bencana alam akan digunakan untuk menebang pohon dan cut and fill lahan hunian,” terangnya.

Ade menuturkan untuk tahap awal, jajarannya akan melakukan land clearing di lahan seluas 3,8 hektare untuk membangun 238 hunian warga Kampung Babakan Mangled, Kampung Tangseng Bawah dan Kampung Tangseng Atas, Desa  Sukaraksa.

“Selanjutnya untuk 1.200-an pengungsi di Desa Pasir Madang, Desa Cisarua dan Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, kami juga akan membangunkan hunian di Kampung Tamansari, Desa Sukaraksa ini,” tutur Ade.

Ibu dua orang anak ini menjelaskan hunian yang akan dibangun memiliki type 36/90, lalu juga ada sarana prasarana utilitasnya (PSU), di mana keseluruhan biaya pembangunannya ditanggung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Semua biaya pembangunan hunian maupun jalan, sarana olahraga dan rumah ibadah ditanggung Kementerian PUPR. Untuk biaya hunian sendiri dianggarkan Rp50 juta tiap rumah,” jelas Ade.

Ia berharap pembangunan hunian bisa selesai sebelum Ramadan. Namun itu semua tergantung pada tim teknis, baik yang ada di Kabupaten Bogor maupun Kementerian PUPR.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Juanda Dimansyah melanjutkan dari 4.000-an  unit rumah yang mengalami kerusakan karena terdampak bencana alam banjir bandang dan longsor, Pemkab Bogor hanya membangunkan 2.000an unit hunian.

“Dari 4.000-an unit rumah yang rusak berat, sedang maupun berat, kami hanya membangunkan 2.000-an hunian bagi pengungsi yang rumahnya rusak berat dan rawan menjadi korban bencana longsor atau banjir bandang. Selain di Desa Sukaraksa, Desa Sukamaju, Kecamatan Cigudeg kami juga akan bangun hunian di Desa Harkat Jaya, Desa Urug, Desa Kiara Sari dan Desa Jaya Raharja, Kecamatan Cigudeg,” lanjut Juanda. (Reza Zurifwan)