Kota Bandung Siapkan 43 Miliar untuk Revitalisasi Taman

Kota Bandung Siapkan 43 Miliar untuk Revitalisasi Taman
epala bidang pertamanan DPKP3 Kota Bandung Rikke Siti Fatimah. (Yogo Triastopo)

INILAH, Bandung - Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung akan merevitalisasi sejumlah taman di tahun ini. Revitalisasi itu dianggarkan Rp43 miliar. 

"Itu termasuk pemeliharaan dan untuk honor pekerja harian lepas (PHL)," kata Kepala bidang pertamanan DPKP3 Kota Bandung Rikke Siti Fatimah di Balai Kota, Jalan Wastukancana, Kota Bandung pada Kamis (20/2/2020). 

Taman Inklusi, dituturkan dia satu dari 100 taman yang akan segera direvitalisasi pemerintah kota. Kondisi taman bagi penyandang disabilitas tersebut, kualitasnya sudah mulai mengalami penurunan. 

"Contoh Taman Inklusi yang kualitasnya sudah menurun dan kita sudah survei dan audit bareng dengan penyandang disabilitas untuk mengetahui hal-hal apa saja yang mereka butuhkan, termasuk evelasi kursi rodanya cukup atau tidak," ucapnya. 

Taman tematik, disebut dia menjadi prioritas pemerintah kota dalam hal revitalisasi di tahun ini. Total taman di Kota Bandung mencapai 700, dan 300 diantaranya di kelola langsung pemerintah. 

"Anggaran revitalisasi setiap taman itu berbeda-beda. Tetapi satu taman, anggarannya mencapai Rp 150 sampai Rp 200 juta dengan metode pengadaan langsung. Untuk penambahan taman, kita sesuaikan kebutuhan," ujar dia. 

Kepala seksi pemeliharaan Pertamanan DPKP3 Kota Bandung Yuli Ekadianty, mengatakan bahwa jumlah PHL di unit pemeliharaan taman mencapai 320. Mereka terbagi sesuai dengan kebutuhan. 

"Jumlah ini kita bagi untuk 128 taman yang memang menjadi pemeliharaan kita dengan pembagian yang berbeda. Misal kalau taman itu tidak besar cukup satu orang saja, begitu sebaliknya bisa lima sampai enak orang seperti Taman Lansia," kata Yuli. 

Menurut dia, para pekerja tersebut bekerja dari jam delapan pagi hingga pukul empat sore dalam setiap harinya. Kegiatan rutin mereka adalah melakukan bersih-bersih dan menyuburkan tanah. 

"Kita juga akan membentuk tim unit reaksi cepat (URC) untuk menangani persoalan. Contoh seperti adanya aksi vandalisme, atau ada tembok yang megelupas. Nah itu akan bisa dikerjakan langsung oleh tim URC nantinya," ucapnya. (yogo triastopo)