Disdik Jabar Kuatkan Akselerasi Menuju Jabar Juara Lahir Batin

Disdik Jabar Kuatkan Akselerasi Menuju Jabar Juara Lahir Batin
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dewi Sartika. (okky adiana)

INILAH, Bandung - Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menggelar Forum Perangkat Daerah Bidang Pendidikan di Hotel El Royale, Kota Bandung, Rabu (19/2/2020). Kegiatan ini dilaksanakan untuk menyinkronkan program pemerintah pusat dan daerah.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dewi Sartika mengatakan bahwa kegiatan ini untuk sinkronisasi kebijakan-kebijakan DPRD Jawa Barat dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 90 Tahun 2019.

"Dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait bagaimana kebijakan-kebijakan terkait proses belajar-mengajar, guru penggerak, Ujian Nasional, dan sebagainya," ujar Dewi Sartika.

Dia menuturkan, pihaknya sedang menyelaraskan program kegiatan untuk tahun 2021 termasuk di dalamnya fokus-fokus Disdik misalnya bagaimana meningkatkan IPK (indeks prestasi kumulatif), APK (angka partisipasi kasar), dan APM (angka partisipasi murni).

Kemudian, terkait dengan sekolah satu atap (Satap) sebagai akselerasi agar anak usia 16-18 tahun tetap bersekolah, serta mengembangkan  program Jabar Masagi.

Di samping itu, Sekda Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmadja menambahkan, acara ini sangat strategis untuk mengingatkan kembali kepada seluruh kepala daerah, baik provinsi dan kabupaten/kota mengingat vitalnya pendidikan di Jawa Barat.

"Oleh karena itu kami menyampaikan bahwa selain tren-tren ke depan seperti apa, mau tidak mau pendidikan harus beradaptasi dengan apa yang menjadi isu global, regional, maupun nasional, juga isu lokal," imbuhnya.

Menurutnya Setiawan, jika bidang pendidikan di Jabar tidak dapat mengantisipasi semua perubahan itu maka pendidikan di Jabar akan tertinggal..

Menuju Pendidikan Jabar Juara Lahir Batin

Pada kesempatan itu, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Perencanaan Disdik Jabar Edy Purwanto mengatakan, ada sekitar 230 peserta yang diundang yang terdiri dari beberapa unsur pendidikan kabupaten/ kota, unsur pendidikan di cabang dinas, unsur pendidikan MKKS SMA & SMK, unsur perangkat daerah Pemprov Jabar, perguruan tinggi, dan lainnya.

"Paparan disampaikan oleh Disdik Jabar, Kemendikbud, Kemendagri, dan BNN. Pendidikan itu banyak kegiatan yang tidak bisa lepas dari masyarakat. Contohnya, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tidak bisa berjalan sendiri, harus didukung Disdukcapil untuk data kependudukannya," papar Edy di El Royale Bandung, pada Rabu (19/2/2020).

Dia menyatakan, untuk materinya sendiri di antaranya mengenai evaluasi dan capaian program Disdik Jabar selama tahun 2019. Di tambah dengan materi dari Kemendikbud dan Kemendagri. Termasuk dari Bappeda, yang berkaitan dengan kegiatan dan pengadaan anggaran untuk capaian target gubernur.

Materi dari Kemendagri berkaitan dengan anggaran dana BOS, kemudian Kemendikbud mengenai program-program Menteri Pendidikan Nadiem Makarim di tahun 2020. “Ke depan akan diusulkan anggaran untuk kegiatan di tahun 2021. Output-nya untuk sinkronisasi kinerja di tahun 2021,” pungkas Edy.

Sementara itu, Wakil Ketua MKKS SMA Kabupaten Purwakarta yang juga sebagai Kepala SMAN 1 Jatiluhur Kabupaten Purwakarta, Jajang Koswara, menyampaikan antusiasmenya mengikuti kegiatan tersebut.

Ia pun sangat mendukung apa yang dipaparkan oleh para pemateri. Hal itu tidak lain untuk menyamakan atau menyinkronkan program pemerintah, di lapangan, khususnya di sekolah-sekolah.

“Kegiatan ini mudah-mudahan bisa menjadikan program yang dicanangkan oleh pemerintah bisa dijalankan secara optimal, seiring sejalan dan lancar. Terlebih oleh kami di lapangan yang menjadi kepala sekolah sehingga dapat menggapai target Jabar Juara Lahir Batin dan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim,” pungkas Jajang. (okky adiana)