Polda Jabar Ringkus Pembuat Kosmetik Abal-abal di Bandung

Polda Jabar Ringkus Pembuat Kosmetik Abal-abal di Bandung
Foto: Ridwan Abdul Malik

INILAH, Bandung - Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Jabar, mengamankan seorang ibu rumah tangga berinisial EC di Kecamatan Rancasari, Kota Bandung. Dia diduga memproduksi berbagai macam kosmetik tidak layak pakai di kediamannya.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar Komisaris Enggar Pareanom menjelaskan, penangkapan EC berawal dari informasi masyarakat yang mengetahui praktik ilegal tersebut di kawasan Rancasari. Kemudian, polisi pun bergegas melakukan pengecekan ke lokasi yang dimaksud, pada hari Rabu, (19/2/2020).

Hasilnya, polisi pun berhasil mengamankan EC beserta ratusan barang bukti kosmetik tidak layak pakai.

"Dari laporan tim langsung melakukan penangkapan terhadap EC yang diduga sebagai pemilik tempat home industry kosmetika tidak layak dan tidak memiliki izin edar di kediamannya," ucap Enggar saar konferensi pers di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-hatta, Kota Bandung, Jumat (21/2/2020).

Enggar menuturkan, modus yang dilakukan EC yaitu memanfaatkan bahan yang tidak sesuai kemudian mengemas dalam botol plastik yang diberikan label atau merek sendiri.

Berbagai macam produk kecantikan pun diproduksi EC dengan sangat rapi. Di antaranya, sabun batang, krim siang dan malam, campuran masker, hand body lotion, shampo, conditioner, dan creambath.

Dari usaha haramnya tersebut, EC pun meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah dalam satu bulan.

"Keuntungan yang didapat dari hasil produksi kosmetik EC, sebesar Rp35 juta per bulan," ujar Enggar.

Lebih lanjut, berdasarkan keterangan tersangka EC. Diketahui, dia telah menjalankan bisnis haramnya sejak 2019. Atas perbuatannya, EC terancam dijerat pasal 196 dan Pasal 197 UURI nomor 36 2009 tentang kesehatan.

"Ancaman hukuman seberat beratnya pidana penjara paling lama 15 tahun penjara atau denda sebesar Rp1 miliar lebih," pungkas Enggar. (Ridwan Abdul Malik)