Ribuan Warga Karawang Terima Kompensasi Imbas Limbah Minyak Mentah

Ribuan Warga Karawang Terima Kompensasi Imbas Limbah Minyak Mentah
Salah seorang warga Kabupaten Karawang menerima kompensasi dan ganti rugi imbas dari pencemaran minyak mentah (cruid oil) yang terjadi di perairan utara Karwang pada pertengahan 2019 lalu. (Asep Mulyana)

INILAH, Karawang - Sebanyak 1.999 warga Kabupaten Karawang, telah menerima kompensasi dan ganti rugi imbas dari pencemaran minyak mentah (cruid oil) yang terjadi di perairan utara Karwang pada pertengahan 2019 lalu. Kompensansi tersebut, diberikan langsung oleh Pertamina dengan menggandeng himpunan bank negara (Himbara).

VP Relations Pertamina PHE ONWJ Ifki Sukarya, mengatakan, saat ini kompensasi tahap awal bagi warga yang terdampak pencemaran minyak tersebut telah direalisasikan. Jumlah warga yang terdampaknya mencapai 1.999 jiwa. Ribuan warga itu, masuk dalam kategori penerima kompensasi kelompok B.

"Pembayaran ini, dilakukan setelah tim kelompok kerja (Pokja) Kabupaten Karawang melakukan finalisasi perbaikan data dan verifikasi ulang," ujar Ifki, Jumat (21/2/2020).

Warga penerima kompensasi ini, yakni kelompok B ini, yaitu warga terdampak yang masuk dalam SK Bupati. Namun, data identitasnya memerlukan perbaikan. Adapun, pembayaran kompensasi tahap awal untuk kelompok B ini, dilakukan setelah Pokja Karawang menyelesaikan data indentitas warga dan verifikasi ulang. Tentunya, sesuai rekomendasi dari BPKP.

"Masing-masing, mendapat kompensasi sebesar Rp 1,8 juta untuk kerugian selama dua bulan " ujar Ifki.

Ifki menegaskan, pihaknya berusaha melaksanakan proses  pembayaran kompensasi warga terdampak dengan secepatnya. Tentunya, dengan upaya sebaik-baiknya. Dengan begitu, nantinya dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, pihaknya berharap semua pihak dapat memahami kondisi ini. Dengan kata lain, proses pencairan kompensasi ini membutuhkan kecermatan dan kehati-hatian. Sehingga, tahapannya cukup panjang.

"Setelah pembayaran kompensasi awal tuntas , maka akan dilakukan pembayaran final dengan dikurangi kompensasi awal bagi yang telah menerima pembayaran kompensasi sebelumnya," ujar Ifki.

Saat ini PHE ONWJ bersama tim IPB dan pokja kabupaten/kota terdampak, secara simultan dalam proses menghitung  kompensasi final. Penghitungan ini, berdasarkan data yang diperoleh. Sekaligus, koordinasi dengan asosiasi usaha perikanan. Seperti, nelayan, petani tambak, petani garam dan lain-lain untuk mendapatkan masukan.

Bila penghitungan ini sudah selesai, maka pembayaran final akan dilakukan bagi seluruh warga terdampak. Yakni, warga di Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Kepulauan Seribu, dan kabupaten/kota di Provinsi Banten. (Asep Mulyana)