Tak Ada PHK Dalam Peralihan Taspen ke BPJamsostek

Tak Ada PHK Dalam Peralihan Taspen ke BPJamsostek

INILAH, Jakarta - Peralihan program kerja di PT Taspen dan Asabri ke BPJamsostek pada tahun 2029 mendatang dipastikan tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK). Dengan itu peralihan program itu tak perlu dikhawatirkan.

Demikian disampain Wakil Ketua Komisi IX DPR, Sri Rahayu dalam acara media briefing "Isu Terkini BPJamsostek". Sebab, kata dia, hal tersebut sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). "Ini tidak boleh mem-PHK pegawai di Taspen maupun di Asabri," kata Sri di Plaza BPJamsostek, Jakarta Selatan, Jumat (21/2/2020).

Dia mencotohkan, peleburan pada asuransi kesehatan (Askes) yang disatukan menjadi BPJS Kesehatan, tidak ada PHK. "Sama seperti BPJS Kesehatan. Semua tenaga kerja yang ada di asuransi kesehatan, semuanya ada pada BPJS Kesehatan," ujar dia.

Kata dia, hingga kini proses peralihan BP Jamsostek, Asabri dan Taspen masih dalam tahap perencanaan. Dia meminta pemerintah agar mempercepat pembuatan peta jalan peleburan agar segera bisa terealisasi.

"Ini sebenarnya tergantung kemauan pemerintah kapan bisa selesai. Paling lambat itu 2029. Kalau ada kemauan pasti bisa segara dipersiapkan. Sebab ini kan menyangkut banyak seperti pegawai negeri. Ego sektoral juga perlu ditekan untuk membuat suatu kebersamaan," kata dia.

Sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) BPJamsostek Agus Susanto mengatakan, rencana peralihan Asabri dan Taspen hingga kini masih terus berlangsung. Target penggabungan diharapkan rampung pada 2029. "Kalau dilihat dari regulasinya kan sudah jelas paling lambat akhir 2029. Tapi perjalanan menuju ke situ sedang disiapkan oleh pemerintah," ujar Agus di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (14/1).

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), Asabri dan Taspen diharuskan melebur ke BPJamsostek. Target penggabungan tersebut secara jelas dicantumkan pada 2029.[ipe]