Menguatkan Karakter Siswa dengan Berbahasa Sunda

Menguatkan Karakter Siswa dengan Berbahasa Sunda
Mieling Basa Indung Sadunya dengan tema 'Urang Biasakeun Nyarita ku Basa Sunda’ di SMP Darul Hikam, Kota Bandung, Kamis (20/2/2020). (okky adiana)

INILAH, Bandung - Siswa-siswi SMP Darul Hikam Bandung mengikuti acara Mieling Basa Indung Sadunya dengan tema 'Urang Biasakeun Nyarita ku Basa Sunda’ di sekolah yang beralamat di Jalan Tubagus Ismail, Kota Bandung, Kamis (20/2/2020).

Selain melestarikan Bahasa Sunda di kalangan generasi muda, kegiatan ini juga bertujuan untuk menguatkan karakter siswa, yakni disiplin, peduli, serta santun.

“Nah, santun ini adalah bagaimana mereka berbicara atau menyampaikan sesuatu. Karena kita tinggal di Jawa Barat, harapannya siswa-siswi berbicara dalam Bahasa Sunda dengan baik dan benar,” ujar Wakil Kepala Kesiswaan SMP Darul Hikam Bandung Danis Wijaksana.

Danis menerangkan, lembaganya sangat menganggap penting mengenai hal tersebut, mengingat penggunaan bahasa Sunda oleh siswanya cukup kasar. Terlebih dengan munculnya video ‘culametan’ yang tengah viral saat ini.

“Yang kita dengar sekarang kan aing, maneh, didinya, itu kan sangat kasar. Kalau zaman dulu, kita bisa dimarahin oleh orang yang lebih tua. Maka dari itu, sekarang bagaimana caranya agar siswa bisa menggunakan Bahasa Sunda dengan baik dan benar,” katanya.

Danis tak menyangkal, untuk menerapkan hal tersebut bukan sesuatu yang mudah, apalagi bahasa Sunda tidak menjadi alat komunikasi sehari-hari di lingkungan keluarga. Dirinya menyebut, hanya 5 hingga 10 persen siswanya yang menggunakan Bahasa Sunda halus.

“Diharapkan dengan kegiatan ini, Bahasa Sunda menjadi bagian dari keseharian kita, dan Bahasa Sunda tidak punah di kalangan generasi muda,” ucap Danis.

Dalam acara ini, ditampilkan ekstrakulikuler dari siswa-siswi SMP Darul Hikam, yang puncaknya diisi dengan pertunjukan Sunda Dongeng oleh Taufik Fathurrohman sebagai Ketua Komunitas Sulap Bandung. (okky adiana).