Populasi Menurun, Himapikani Lepas 5.000 Ekor Ikan Dewa

Populasi Menurun, Himapikani Lepas 5.000 Ekor Ikan Dewa
Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia (Himapikani) Wilayah II (Jawa Barat, DKI dan Banten) melepas 5.000 bibit ikan dewa di Sungai Ciliwung, Kampung Cibogo, Desa Cipayung, Megamendung, Kabupaten Bogor. (Reza Zurifwan)

INILAH, Megamendung - Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia (Himapikani) Wilayah II (Jawa Barat, DKI dan Banten) melepas 5.000 bibit ikan dewa di Sungai Ciliwung, Kampung Cibogo, Desa Cipayung, Megamendung, Kabupaten Bogor.

"Ikan dewa yang endemik di Sungai Ciliwung ini terus menurun pupulasinya karena ekosistemnya rusak  hingga  hari ini kami dari Himapikani Wilayah II melepas 5.000 ekor ikan dewa," kata Yakub Ricky Rahmawan selaku Kordinator Himapikani Wilayah II  kepada wartawan, Minggu (23/2).

Selain melepas 5.000 ekor ikan dewa, Himapikani wilayah II juga mengajak masyarakat untuk ikut melestarikan ikan dewa dengan  ikut menjaga pelestarian lingkungannya.

"Berbeda dengan ikan sapu - sapu yang kuat hidup di sungai atau air yang kotor atau tercemar limbah, ikan dewa ini tidak tahan hingga agar ikan ini terus ada populasinya maka kami ajak masyarakat untuk ikut melestarikan lingkungan di Sungai Ciliwung," tambah Ketua Pelaksana Bagas Danugroho.

Otong Zenal Arifin selaku peneliti di Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar mengatakan karena ikan dewa memiliki nilai jual yang sangat tinggi maka ikan ini terus diburu atau ditangkap untuk selanjutnya dijual.

"Ikan dewa atau soro atau salmon jawa ini memiliki nilai gizi yang sangat tinggi, bisa menjadi obat dan sangat tinggi juga nilai ekonominya yaitu Rp 1,5 juta perkilo hingga terjadi over fishing atau kelebihan jumlah tangkap," kata Otong.

Selain itu, menurutnya dengan adanya ikan introduksi atau diluar eksosistem di Sungai Ciliwung seperti ikan nila, bawal, sapu - sapu dan lainnya ikut membuat jumlah populasi ikan dewa berkurang.

"ikan nila, bawal, sapu - sapu dan lainnya ini memakan telur ikan dewa hingga lama kelamaan populasi ikan dewa terus menurun, semoga dengan dilepasnya ribuan ekor bibit ikan dewa maka populasi ikan ini perlahan - lahan meningkat jumlahnya," sambungnya.

Ketua RT 05 RW 06 Kampung Cibogo Syarif Hidayat menuturkan bahwa dulu banyak mencari ikan dewa dengan cara meracun dan menyetrum hingga  ikan dewa terus berkurang populasinya, hingga dirinya pun menerbitkan larangan meracun dan menyetrum.

"Tahun 2017  kami melarang orang meracun dan menyetrum ikan di sekitar di pintu air Ciawi ini hingga kami masih bisa melihat kehidupan ikan dewa, walaupun jumlahnya tidak sebanyak dulu. Kami  bersyukur masih ada mahasiswa dan masyarakat yang peduli terhadap populasi ikan endemik Sungai Ciliwung ini," tutur Syarif. (Reza Zurifwan)