50 Persen Desa di Jabar Ditargetkan Maju dan Mandiri

50 Persen Desa di Jabar Ditargetkan Maju dan Mandiri
Ketua DPD Apdesi Jabar Dede Kusdjna. (Rianto Nurdiansyah)

INILAH, Bandung- DPD Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Jawa Barat menargetkan dalam lima tahun ke depan jumlah desa maju dan desa mandiri meningkat secara signifikan. Saat ini, terdapat 5.312 desa di Jabar. 

Ketua DPD Apdesi Jabar Dede Kusdjna mengatakan, minimal separuh dari seluruh jumlah desa di Jabar dapat meningkat status menjadi desa maju. Sedangkan separuhnya lagi, dapat menjadi desa mandiri di mana saat ini jumlahnya baru sekitar 90 desa. 

“Minimal 50 persen desa di Jabar ini statusnya jadi desa maju, jangan sampai ada desa tertinggal," ujar Dede. 

Terlebih Dede mengatakan, pemerintah pusat telah menggelontorkan dana desa setiap tahun. Dengan begitu, dana tersebut dapay dititikberatkan kepada pemberdayaan masyarkat yang dapat menunjang desa tersebut menjadi desa maju dan desa mandiri. 

Pihaknya pun memastikan bakal mendorong peningkatan kapasitas aparat desa dalam waktu lima tahun ke depan. Yaitu melalui pelatihan yang akandirumuskan dalam Rakerda Apdesi dalam waktu dekat ini. 

Menurut Dede, aparat desa harus memahami pengelolaan manajemen desa, semisal pengelolaan dana desa.

“Dana Desa kan ada Juklak dan Juknisnya dari pemerintah pusat, kami sebagai organisasi hanya meminta mereka memanfaatkan peruntukan dana desa sesuai regulasinya yang ada di Kemendes dan juga pergub, ya kami kordinasi agar mereka tidak menyalahi aturan,” paparnya.

Menurut dia, untuk penggunaan dana desa saat ini sesuai dengan kebutuhan. Pemerintah pusat  memberikan kebebasan namun dengan rambu-rambu prioritas pemberdayaan masyarakat. 

Dana Desa bisa digunakan untuk mitigasi bencaca, apalagi ada dana cadangan untuk bencana.

“Sekarang mah lebih luas agar kades punya inovasi,” katanya. 

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan kepala desa memiliki tanggung jawab untuk mengelola dana desa. Karena itu, dia berpesan APDESI Jabar yang merupakan kepala desa dari 18 kabupaten selalu meningkatkan kompetensi, profesional dan melayani masyarakat. 

"Jadi banyak tanggung jawab seperti harus meng-update diri dari sisi integritas jangan sampai tergoda oleh hal yang kurang baik, harus profesional, paham bagaimana pemerintahan digital dikelola. Ketiga mereka harus melayani dia kan dipilih rakyat. Desa juga sekarang kan punya sistem untuk mengatur anggaran dan sepertiga dari seluruh desa di Jabar sudah cashless," ujar Emil. 

Emil -sapaan Ridwan Kamil- mengaku  telah menugaskan kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa untuk menghimpun aspirasi dari seluruh desa. Dikatakannya, ada sembilan program yang akan dijadikan anggaran terbaik di tahun 2021.

"Dengan anggaran kita dan komitmen dalam setahun saja status desa-desa melompat, kami ingin ngebut mudah-mudahan tahun ini melompat lagi. Tahun pertama kan pondasi, tahun kedua akselerasi, tahun ketiga prestasi," ucapnya.

Diketahui, dalam kurun waktu 12 bulan, status desa sangat tertinggal di Jabar yang awalnya berjumlah 48 kini sudah nol. Kemudian 929 desa tertinggal kini menyusut sepertiganya yaitu 326 desa. Sementara desa berkembang yang awalnya berjumlah 3.600 desa saat ini meningkat menjadi 3.656 desa. 

Untuk desa maju meningkat dua kali lipat dari 695 menjadi 1.232 desa. Kemudian desa mandiri dari 37 menjadi 98 desa.

Emil menuturkan, lompatan-lompatan status desa tersebut tak lepas dari efektivitas sejumlah program dan inovasi Pemda Provinsi Jawa Barat yang berbasis perekonomian desa. Seperti program OVOC (One Village One Company), Desa Digital, OPOP (One Pesantren One Product), Sadesha  (Satu Desa Satu Hafidz), Kredit Mesra, Mobil Maskara untuk desa mandiri, hingga Sapa Warga.

"Kita punya program satu desa satu perusahaan, tidak boleh ada desa di Jabar yang tidak punya bisnis dan usaha. Dua, program desa digital, membangun pusat digital desa dimana balai desanya dilengkapi komputer dan internet untuk jualan online. Tiga, satu pesantren satu produk karena pesantren banyaknya di desa, kini 1.200 pesantren sudah kita modali dan sekarang sudah punya pabrik roti, sabun, online pertanian dan lainnya. Kemudian satu desa satu hafidz, kredit mesra, mobil maskara," ujarnya.

Terkait program OVOC, Pemda Provinsi Jawa Barat pada tahun lalu sudah mengirimkan 110 anak muda lulusan terbaik perguruan tinggi ke desa-desa. Mereka harus memiliki empat nilai yaitu kompetensi, kejuangan, kerakyatan dan keikhlasan.

"Tahun ini kita kirim lagi 300 orang patriot desa, yang akan tinggal di desa satu sampai dua tahun, kerjanya hanya satu membangun start up," ujar Emil. (Rianto Nurdiansyah)