Oded Akui Lahan Pabrik Narkotika di Cisaranten Milik Pemkot Bandung

Oded Akui Lahan Pabrik Narkotika di Cisaranten Milik Pemkot Bandung
Wali Kota Bandung Oded M Danial saat melakukan peninjauan lokasi di Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Senin (24/2/2020). (Ridwan Abdul Malik)

INILAH, Bandung - Wali Kota Bandung Oded M Danial, membenarkan lahan 4 rumah yang dijadikan pabrik narkotika di Cisaranten Endah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.

Hal itu disampaikan Oded saat melakukan peninjauan lokasi di Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Senin (24/2/2020).

Oded mengatakan, memang benar lahan tersebut adalah milik Pemkot Bandung. Namun, pihaknya menyewakan lahan tersebut sebagai hunian, bukan untuk disalahgunakan menjadi pabrik narkotika.

"Ya kalau kita bicara tanah ini milik aset kota Bandung yang disewakan ke masyarakat ya tentu saja fungsinya adalah hunian masyarakat," ucap Oded.

"Adapun ketika hal seperti ini, saya kira itu melanggar baik di tempat sewaan punya Pemkot atau punya sendiri, kalau ada masalah seperti ini saya kira ini menyalahi aturan," sambungnya.

Atas kejadian tersebut, Oded mengungkapkan, sudah sejatinya dijadikan pelajaran bagi semua masyarakat Kota Bandung. Tidak terkecuali aparat di tingkat RT dan RW, untuk senantiasa melakukan monitoring atau pengawasan terhadap aktivitas warganya.

"Ketua RT serta RW saya kira sebagai yang punya wilayah terdekat, saya kira mereka harus membuka mata dan memasang telinga dan RT itu bisa mengetahui kondisi lingkungannya," ujar Oded.

"Kami sebagai pimpinan Kota Bandung, saya mengimbau kepada seluruh warga kota Bandung harus betul-betul harus menjaga diri dan lingkungannya supaya tidak terjadi seperti ini lagi," lanjut Oded.

Selain itu, Oded juga memastikan, pihaknya akan berkoordinasi dengan TNI-Polri untuk meningkatkan pengawasan di seluruh wilayah Kota Bandung. Hal itu bertujuan agar tidak terulang kembali kejadian serupa.

"Pak Kapolrestabes sudah bincang-bincang kita akan tingkatkan lagi, bagaimana membangun konsolidasi antara RT dan RW dengan tokoh masyarakat di wilayah setempat," pungkasnya.

Perlu diketahui sebelumnya, Badan Narkotika Nasional, menggerebek sebuah rumah yang menjadi tempat produksi narkotika, Minggu (23/2/2020). Dalam penggerebekan tersebut, BNN mendapati 2 juta pil yang diduga narkotika. (Ridwan Abdul Malik)

 

Attachments area