Hanya Bersandar pada Allah

Hanya Bersandar pada Allah
Ilustrasi/Net

ALLAH Swt. berfirman, “Hai orang-orang mu’min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad [47] : 7)

Saudaraku, kita yakin bahwa Allah yang menciptakan kita. Allah yang mengurus kita. Allah yang mencukupi kebutuhan kita. Allah yang menghidupkan kita. Allah yang paling mengetahui persoalan hidup kita dan jalan keluarnya. Allah yang memudahkan segala urusan. Allah yang memperkaya kita dengan ilmu. Sungguh, segalanya adalah milik Allah. Maka, tiada yang pantas kita jadikan sandaran kecuali hanya Allah Swt.

Kita yakin bahwa Allah berkuasa atas segalanya, maka tidak sepantasnya kita beribadah kepada Allah dengan ‘sisa’. Kita sholat pada waktu sisa, sisa kerja atau main kita. Padahal Allah menyukai hamba-Nya yang sholat di awal waktu. Kita bersedekah di jalan Allah dengan uang sisa, sisa jajan. Padahal Allah menyukai kita bersedekah dengan harta yang kita cintai.

Sungguh Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kita lihat semburan lumpur di Sidoarjo. Bertahun-tahun lumpur itu menyembur. Berduyun-duyun para ahli dari berbagai negeri datang ke negeri kita untuk menelitinya dan menghentikan semburannya. Namun, semburan lumpur itu tidak juga berhenti. Sungguh manusia tidaklah berdaya. Allah Yang Maha Kuasa atas segalanya. Semburan lumpur tersebut adalah tanda kebesaran Allah dan saran mentafakuri kekuasaan-Nya.

Jadi dalam hidup ini cukuplah bagi kita Allah. Cukuplah Allah yang menjadi fokus kita dan jadi sandaran kita. Dan caranya adalah dengan mengikuti petunjuk Rasulullah Saw. Dalam segala hal, sejak pertama, di pertengahan, hingga di akhir, tetaplah bersama Allah.

Ketika menemui berbagai persolaan di dalam hidup ini, yang membuat kita rumit dan lelah adalah karena fokus kita pada persoalannya. Padahal persoalan itu tidak akan datang jikalau Alloh tidak mengizinkan. Sesungguhnya persoalan datang atas izin Allah, dan Allah pasti memiliki jalan keluarnya. Satu-satunya jalan supaya kita tetap tenang menghadapi persoalan hidup adalah dengan fokus kepada Dzat Yang Maha Menghendaki, yaitu Allah Swt.

Ada dua orang mahasiswa, yang satu di kedokteran, dan yang satu di administrasi negara. Keduanya dalam satu setengah tahun sambil kuliah, mampu hapal Al Quran. Padahal kegiatan kampus padat. Mengapa mereka mampu? Karena mereka menjaga ketakwaannya kepada Allah Swt., menjaga diri dari kemaksiatan dan menjaga keikhlasan dalam beribadah serta dalam beramal agar senantiasa maksimal. Allah kemudian mengkaruniakan kecerdasan dan kemudahan kepada mereka.


Maka saudaraku, marilah kita senantiasa mendahulukan kepentingan ibadah kepada Allah Swt. dalam segala hal. Karena sesungguhnya apa yang penting menurut Allah, bukanlah untuk kepentingan Allah, melainkan untuk kepentingan diri kita sendiri. Semakin kita mendahulukan Allah, semakin Allah limpahkan pertolongan, kemudahan dan jalan keluar bagi kita. Insyaa Allah.