Langkah Erick Thohir Rekrut Putra Papua Diapresiasi Anggota DPR

Langkah Erick Thohir Rekrut Putra Papua Diapresiasi Anggota DPR
Menteri BUMN Erick Thohir. (Antara Foto)

INILAH, Surabaya- Anggota Komisi VI DPR RI yang membidangi BUMN, Mufti Anam, mengapresiasi langkah Menteri BUMN Erick Thohir yang merekrut putra-putri Papua terlibat aktif memajukan perusahaan pelat merah.

"Program perekrutan bersama yang dilakukan Kementerian BUMN, termasuk dengan merekrut lebih dari 500 putra-putri Papua untuk berkiprah memajukan 38 BUMN, adalah terobosan yang harus didukung. Ini bukan soal politik. Ini soal memajukan Indonesia melalui BUMN. Kami mengapresiasi langkah Pak Erick Thohir," kata Mufti ketika dikonfirmasi dari Surabaya, Senin.

Sebelumnya, Kementerian BUMN baru saja menggelar inaugurasi Program Perekrutan Bersama BUMN Papua dan Papua Barat. Terdapat 522 putra-putri Papua dan Papua Barat yang direkrut untuk berkiprah di 38 BUMN berbagai sektor.

Mufti juga mengapresiasi Kementerian BUMN yang menempatkan Claus Wamafma sebagai salah satu direksi PT Freeport Indonesia yang kini telah masuk bagian dari BUMN di bawah holding BUMN pertambangan Mining Industry Indonesia (MIND ID). Claus Wamafma adalah putra Papua pertama yang menjadi direktur Freeport.

"BUMN adalah motor pemerataan ekonomi, motor keberpihakan negara pada seluruh daerah di Tanah Air. Dulu Bung Karno merintis sejumlah BUMN seperti industri semen, baja, Sarinah, BNI untuk membangun kedaulatan ekonomi. Dalam hal pelibatan putra-putri Papua dalam memajukan ekonomi bangsa melalui BUMN, kami mengapresiasi langkah tersebut," kata Mufti yang juga politisi PDI Perjuangan itu.

Mufti berharap, ke depan BUMN perlu mengintensifkan perekrutan kepada anak-anak muda dari seluruh daerah di Indonesia.

"Saya yakin, kualitas SDM anak-anak muda dari berbagai daerah di Indonesia tak kalah dari kota-kota besar di Pulau Jawa. Bahkan, BUMN bisa melakukan semacam talent scouting, pencarian bakat. Kan bisa itu dideteksi SDM-SDM unggul sejak SMP atau SMA di berbagai pelosok Nusantara. Beri beasiswa sejak dini, berdayakan, bimbing agar kelak menjadi pengendali BUMN yang amanah, kompeten, sekaligus bagian dari mesin pemerataan ekonomi nasional," ujar Mufti menyarankan. (Antara)