Begini Modus Pabrik Narkotika di Cisaranten Kelabui Petugas dan Warga

Begini Modus Pabrik Narkotika di Cisaranten Kelabui Petugas dan Warga
Foto: Ridwan Abdul Malik

INILAH, Bandung - Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek pabrik narkotika di kawasan Cisaranten, Kota Bandung. Pelaku menggunakan 4 rumah berdempetan untuk mengelabui masyarakat dan petugas.

Berdasarkan pantauan, tampak keempat rumah yang dijadikan pabrik narkotika tersebut berdempetan memyerupai huful L. Pusat produksi daripada narkotika, berada di rumah tengah yang ditemukan terdapat dua mesin pencetak pil berukuran besar.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan, saat dilakukan penggeledahan ditemukan dua mesin pencetak pil berukuran besar. Mesin tersebut pun dinilainya akan mengeluarkan suara keras jika dioperasikan.

Oleh karena itu, lanjut Arman, lokasi empat rumah yang dijadikan pabrik saling terhubung satu dengan lainnya. Hal ini bertujuan untuk mengelabui masyarakat sekitar akan kerasnya suara mesin pencetak pil narkotika.

"Keliatannya memang sudah direncakan sedemikian rupa, atau di desain dari awal, karena satu dengan yang lain terhubung," ucap Arman di lokasi pabrik narkotika, Cisaranten, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Senin (24/2/2020).

"Karena pasti dengan mesin yang cukup besar jika dihidupkan pasti suaranya akan cukup keras atau bising, dengan demikian pasti akan menimbulkan kecurigaan tetangga. Oleh karena itu rumah keempat ini dikuasai oleh mereka, jadi ketika mesin beroperasi yang mendengar hanya mereka saja," sambung Arman.

Selain meredam kebisingan dari suara mesin pencetak pil. Arman menambahkan, lokasi pabrik tersebut dinilainya cukup untuk mengelabui masyarakat dari bau zat kimia sebagai bahan pembuat pil narkotika.

"Termasuk bau zat kimia nya hanya mereka yang mecium," ujar Arman.

Lebih lanjut, dengan terhubungnya keempat rumah dapat memudahkan para pelaku untuk memindahkan barang-barang produksi pil narkotika, bilamana terjadi pemeriksaan oleh petugas kepolisian.

"Pintu penghubung itu merupakan jalan pintas jika terjadi kecurigaan masyarakat atau petugas maka dengan cepat bisa dipindahkan ke rumah yang bersebelahan, sehingga seolah-olah tidaj ada aktifitas produksi," pungkas Arman.

Perlu diketahui sebelumnya, Badan Narkotika Nasional, menggerebek sebuah rumah yang menjadi tempat produksi narkotika, Minggu (23/2/2020). Dalam penggerebekan tersebut, BNN mendapati 2 juta pil yang diduga narkotika.

Dalam penggerebekan tersebut BNN juga mengamankan, lima orang tersangka. Kelimanya yaitu Iwan Ridwan alias Japra yang berperan sebagai pengawas di sekitar rumah, kedua bernama Marfin alias Vino, yang mengedarkan narkotika tersebut. Kemudian Sukaryo yang berperan sebagai pemilik rumah dan juga berperan sebagai orang yang mengambil bahan pembuatan pil narkotika.

Kemudian dua orang lainnya bernama Budi dan seseorang yang kerap di panggil Pak Haji, yang berperan sebagai pembuat narkotika. Dan satu lainnya yang belum diketahui identitas dan perannya. (Ridwan Abdul Malik)