Sawah di Kabupaten Bogor Hilang 1.000 Hektare, Ini Keuntungan Buat Petani 

Sawah di Kabupaten Bogor Hilang 1.000 Hektare, Ini Keuntungan Buat Petani 
Bupati Bogor Ade Yasin dan Bob Arthur Lambogia selaku Kepala Satuan Kerja Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum saat rapat di Pendopo Bupati di Cibinong, Selasa (25/2). (Reza Zurifwan)

INILAH, Bogor - Walaupun bakal ada resiko kehilangan 1.000 hektare sawah atau kebun karena akan dibangunnya Waduk Cijuray dan Cibeet, Bupati Bogor Ade Yasin tetap menyebutnya sebagai hal positif.

"Misalnya akan hilang 1.000an hektare sawah tetapi dengan adanya Waduk Cijuray dan Waduk Cibeet hingga bisa mengairi dengan baik 15.000 hektare sawah di Kecamatan Sukamakmur, Tanjungsari, Cariu dan Jonggol. Jadi menurut saya pembangunan Waduk Cibeet dan Waduk Cijuray ini positif," ucap Ade Yasin kepada wartawan, Selasa (25/2).

Politisi PPP ini menerangkan dengan adanya pembangunan dua waduk di Kecamatan Sukamkmur, Tanjungsari dan Cariu tersebut, maka akan ada kenaikan produktifitas karena masa panen sawah petani bisa tiga kali dalam setahun.

"Puluhan ribu yang awalnya sawah  tadah hujan akan menjadi sawah irigasi, lalu masa panen pun meningkat dari awalnya satu atau dua kali dalam setahun menjadi tiga kali masa panen dalam setahun," terangnya.

Kepala Satuan Kerja Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Bob Arthur Lambogia menjelaskan bahwa sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) selain Waduk Cibeet dan Waduk Cijuray, disekitarmya juga ada Waduk Cipamingkis.

"Dua Waduk Cibeet dan Waduk Cijuray ini akan kami kaji teknisnya lebih lanjut, selain bisa untuk memgairi sawah irigasi maka juga akan menjadi sumber air baku baik sebanyak 63 juta kubik untuk warga di wilayah Kab Bogor ataupun Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang," papar Bob

Ia menambahkan dari proses pembebasan lahan sembilan desa yang akan terkena dampak, ada hambatan di enam desa. Oleh karena itu dirinya mengharapkan bantuan dari Camat setempat untuk ikut membantu proses pembebasan lahannya.

"Kepada Pemkab Bogor terutama Camat Cariu, Sukamakmur dan Tanjungsari kami  memohon bantuan proses pembebasan lahan dua waduk tersebut. Jujur saja sejak tahun 2018 sebenarnya kami siap membangunnya namun terhambat kajian analisa dampak lingkungan yang belum disetujui oleh enam desa," tambahnya

Bob memaparkan  dirinya akan mendesak KemenPU - PR untuk segera membangun dua waduk di wilayah timur Kab Bogor, amggarannya bisa diambil dari anggaran Pemanfaatan Sisa Lelang (PSL), review DED akan segera selesai demi memenuhi syarat - syarat dalam pembangunan waduk.

Camat Tanjungsari Sutisna menuturkan dirinya menyambut baik pembangunan Waduk Cijuray yang lokasinya berada di Kecamatan Sukamakmur dan Kecamatan Cariu, hal itu karena akan meningkatkan hasil panen para petani di Kecamatan Tanjungsari.

Waduk Cijuray yang memiliki luas 75 hektare akan mengairi sawah para petani di tiga desa Cibadak, Selawangi dan Pasir Tanjung, di Kecamatan Tanjungsari hingga kami menyambut baik dengan akan dibangunnya Waduk Cijuray," tutur Sutisna.

Mantan Camat Ciomas ini juga siap mensosialisasikan pembebasan lahan di salah satu desa di wilayahnya yang akan menjadi lokasi pembangunan Waduk Cibeet.

"Dari 1.040 hektare lahan Waduk Cibeet, 12 hektare diantaranya berada di Kecamatan Tanjungsaeri. Saya siap mensosialisasikan pembebasan lahannya agar para pemilik lahan mengerti bahwa ini Proyek Strategis Nasional (PSN)," lanjutnya. (Reza Zurifwan)